DI DALAM KASIH DAN KUASA NYA
Yang DIA minta kita semua harus percaya kan IMAN bukan dengan perkataan orang lain yang bisa menyebabkan kita akan emosi bahkan merusak pertemanan dan terjadinya KONFLIK. Dalam hidup pasti akan mengalami badai dalam kesehatan, pelayanan, kehidupan bersama, maka dengan itu bangunlah IMAN. IMAN itu timbul bilamana kita mengalami kesulitan, kekurangan dalam keuangan atau sebagainya, air mata, dan segalanya yang menimbulkan “percikan api ” akan kehidupan. Maka dengan ini Tuhan akan menompang kita kedalam tangan Nya dengan tujuan menolong walau gelap namun terang Nya nyata. Tuhan tak akan membiarkan kehidupan kita selalu menangis, sebab Tuhan tahu betapa kuatnya kita akan mneghadapi kasih dan kuasanya didalam Salib yang kita pikul. Maka mintalah kepada Tuhan dengan berkata “Kuatkanlah bahuku dalam kesengsaraan yang ku alami, walau ku tahu tujuan Mu baik namun bagiku ini terlalu berat bilamana Tuhan tak bantu dengan IMAN”.
Tulisan ini akan menggambarkan refleksi diri saya kepada seseorang. Terserah mau bilang apa yang pasti saya banyak beribu-ribu terima kasih telah membantu saya dalam keadaan sedih menjadi bahagia, disaat kesulitan untuk beribadah dia selalu siap menemani. Semoga dengan ini iman ku lebih kuat lagi “ walau badai silih berganti, namun Tuhan selalu peduli”. Salam hormat dan sebagai TEMAN. Buat yang telah merusak hubungan kami menjadi pertengkaran semoga anda puas akan IMAN kita yang hidup dalam badai dan puji Tuhan kita KUAT dan bisa berteman sampai selamanya.
“Ya kalau emang bukn sapa" nya post kek gtu pantes? Serasa situ pacare kan kalau kek gtu mikir e “ semoga puas ya. Kita masih sama-sama belajar akan kehidupan. Buat anda yang telah mengirimkan tulisan ini kepada teman baik saya semoga anda selalu diberkahi. Sesuai dengan perkataan Tuhan “disaat kita di tampar pipi kanan maka bukanlah kita membalas dengan pipi kirinya melainkan berikanlah pipi kirimu sekalian “. Sebab namanya konflik di kehidupan selalu ada sampai akhir hayat. Terima kasih telah membuatku bisa menulis kembali.

Komentar
Posting Komentar