Postingan

Menampilkan postingan dengan label MATERI

PUISI PADMA POLA TUANG 4444

 A. Apa Itu Puisi Padma ? Puisi Padma atau yang biasa disebut dengan Puisi Pola Tuang 4444 adalah jenis puisi baru yang memiliki aturan spesifik, salah satunya adalah jumlah baris sebanyak 4 baris dalam satu bait ( kuatrain ) . Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang sangat unik karena keteraturan pola dan keterbatasan diksinya . B. Asal Usul Penciptaan Puisi Padma Puisi Pola Tuang 4444 / Puisi Padma ini diciptakan oleh Imron Tohari atas dasar ketertarikannya pada karya sastra, sajak, syair, dan pantun yang berbasis akar budaya tanah leluhur . Berawal dari situlah beliau tertarik untuk membuat puisi sajak rima dengan aturan yang bisa dikatakan tidak lazim . Pola ini terdiri dari serangkaian tautan kalimat yang: Terdiri dari 4 huruf pada kata/kalimat (kata dasar) . Terdiri dari 4 huruf dalam satu kata/kalimat, namun tetap merupakan satu kesatuan utuh tubuh karya . Tetap harus memenuhi unsur sajak baik secara estetika bahasa maupun estetika makna . (Sumber referensi: sastra...

MENGENAL PUISI AKROSTIK

A. Arti Puisi Akrostik Kata Akrostik berasal dari bahasa Prancis ( acrostiche ) dan Yunani ( acrostichis ), yang berarti sebuah sajak (kata lain dari puisi) yang huruf awal baris-barisnya menyusun sebuah kata atau beberapa kata apabila dibaca secara vertikal dari atas ke bawah . Secara singkat, puisi akrostik adalah puisi yang huruf pembentuk judul/katanya dijabarkan menjadi kata-kata atau kalimat . Catatan Penting:  Tidak ada ketentuan kaku dalam pembuatan puisi akrostik . Pola rima dan jumlah larik bersifat fleksibel serta dapat bervariasi sesuai dengan kata yang ingin dibentuk . Jenis dan Varian Pola Puisi Akrostik Berikut adalah berbagai varian pola penulisan puisi akrostik yang bisa Anda gunakan : 1. Akrostik (Kata) Fokus menjabarkan satu huruf awal menjadi satu kata . Contoh: CINTA C erita I ndah N an T iada A khir 2. Akrostik (Larik) Fokus menjabarkan satu huruf awal menjadi satu larik/baris puisi . Contoh: CINTA C erita kita takkan pernah terlupa I ndahnya...