APA ITU NOVELET?
Apa itu novelet?
Novelet merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa fiksi yang ukurannya lebih kecil dari novel dan lebih besar dari cerpen. Ukuran yang dimaksudkan bukanlah dari segi bentuknya, tetapi dari isi di dalamnya yang biasanya lebih tebal dari cerpen tetapi tidak lebih tebal dari novel. Akan tetapi, di Eropa novelet lah yang mempengaruhi cerpen dan novel hingga berkembang sebaik sekarang.
Di beberapa bahasa di Eropa, novelet adalah gendre sastra yang umum. Namun, di dalam bahasa Inggris novelet masih cukup minim. Novelet dikenalkan oleh Geoffrey di Inggris dengan karyanya yang berjudul "The Canterbury". Selain itu, karya-karya terkenal lain seperti "Fyodor Dostoyevsky’s Notes from the Underground" (1864), "Thomas Mann’s Death in Venice" (1912), "Henry James’s The Aspern Papers" (1888), dan lain-lain. Sedangkan, karya- karya novelet terkenal di Indonesia seperti Olga dan Sepatu Roda karya Hilman Hariwijaya, Lupus karya Hilman Hariwijaya, Sri Smarah karya Umar Kayam, dan masih banyak lagi.
Ciri-Ciri Novelet:
Panjang cerita biasanya 17.500 – 40.000 kata.
Jumlah halaman rata-rata 60 - 150 halaman.
Waktu baca per satu novelet kira-kira 1 - 1,5 jam.
Kisah dan adegan ditampilkan dalam tempo sedang, bertahap dan sedikit melompat.
Unsur Pembangun Novelet:
A. Unsur intrinsik
Unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra. Kepaduan antar berbagai unsur intrinsik ini lah yang membuat sebuah novelet berwujud.
Adapun unsur yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Tema
Tema adalah ide pokok yang menjadi dasar terbangunnya cerita. Tema dalam novelet bisa beragam. Contohnya, tema tentang pendidikan, politik, keluarga, dan sebagainya.
2. Penokohan
Berdasarkan peranannya dalam cerita, tokoh terbagi menjadi tokoh utama, tokoh tambahan, dan tokoh sentral. Berdasarkan peranannya dalam jalan cerita, terbagi menjadi tokoh berkembang, tokoh statis, dan tokoh serba bisa. Berdasarkan sifatnya, terbagi menjadi tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh tritagonis.
3. Latar
Latar dalam novel terbagi menjadi latar tempat, waktu, dan suasana.
4. Alur
Alur adalah struktur gerak yang menyampaikan cerita melalui teknik cerita secara runtut dari awal sampai akhir cerita. Struktur alur sendiri tidaklah seragam pada banyak model dalam penulisan cerita.
Ada beberapa jenis alur, yaitu alur maju atau progresif, sorot balik atau regresif, dan alur campuran.
"Struktur yang terdapat di dalam novel dan novelet sangat mirip dengan struktur yang terdapat pada jenis prosa fiksi lainnya seperti fiksi mini dan cerpen."
5. Konflik
Konflik dalam novel terbagi menjadi konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal terjadi dalam diri tokoh, konflik dengan dirinya sendiri. Sedangkan konflik eksternal terbagi menjadi dua. Pertama, terjadi dalam diri tokoh dengan alam seperti terjadinya bencana atau banjir yang menimbukan permasalahan pada diri tokoh. Kedua konflik sosial, yaitu konflik tokoh dengan karakter lain.
6. Amanat
Amanat merupakan ide terpenting yang dituangkan dalam novel/novelet untuk disampaikan kepada pembaca. Amanat bisa ditemukan melalui narasi pengarang atau dialog antar tokoh.
7. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam ceritanya. Sudut pandang ini terbagi menjadi tiga, yaitu:
A. Sudut pandang orang pertama (aku, saya, dan kami).
B. Sudut pandang orang kedua (kamu, anda, dan kalian).
C. Sudut pandang orang ketiga (dia, ia, mereka, dan nama orang).
B. Unsur ekstrinsik
Unsur yang secara tidak langsung membangun novel. Artinya unsur tersebut berada di luar bacaan novel yang dinikmati pembaca.
Contohnya, biografi penulis dan kondisi sosial-politik saat novel itu ditulis.
"Dua unsur tersebut, unsur intrinsik dan ekstrinsik, tentu tidak langsung ditemui di dalam novelet, tetapi masih sangat berkaitan dan membantu hadirnya novelet tersebut."
Tips dan Trik Pembuatan Novelet:
1. Tentukan Tema Utama Cerita, Layaknya sebuah novel walaupun yang Anda buat adalah Novel Singkat, tetap saja mempunyai konflik yang beragam dibandingkan ketika Anda menulis cerpen atau cerita pendek. Di dalam cerpen pada umumnya Anda hanya perlu menceritakan sebuah kisah yang mempunyai satu masalah atau konflik saja. Namun dalam Novelet, Anda dituntut untuk meramu cerita dalam ragam konflik yang berliku. Melibatkan banyak tokoh dan peristiwa yang ada pada cerita. Semua konflik tersebut harus diceritakan secara runut dan logis, artinya bisa diterima dengan akal sehat.
2. Eksplorasi Tokoh. Setelah Anda berhasil menemukan tema utama cerita yang memukau. Tentu dalam sudut pandang Anda, langkah selanjutnya adalah membeberkan dan memainkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita Anda. Tokoh-tokoh tersebut diutamakan berkesan di mata para pembaca, jadi Anda harus harus benar- benar menjadikan tokoh tersebut mempunyai karakter yang kuat.
3. Mulai Menulis dengan Tenggat Waktu Tertentu. Ini terkait dengan disiplin penulis. Tentukan waktunya, misalnya Anda menentukan novelet tersebut harus selesai dalam satu minggu atau paling tidak dua minggu.
Komentar
Posting Komentar