PUISI ROMANSA

A. Pengertian Puisi Romansa
puisi romansa adalah puisi yang menarasikan perasaan seseorang dalam bentuk tulisan yang diberikan majas pendukung agar puisi tersebut terkesan hidup. Awalnya, puisi romansa berasal dari bahasa Prancis yang bermakna romantic yang artinya romantis.

B. Ciri-Ciri Puisi Romansa

Puisi Romansa memiliki beberapa ciri yaitu
1. Mengandung kalimat yang puitis
2. Bertemakan romansa yang menggambarkan ungkapan cinta kepada yang dikasihi
3. Penggambaran dilakukan secara tersirat

C. Jenis-Jenis Puisi Romansa

1. Puisi Romansa Klasik
Puisi ini ditulis oleh para pujangga dulu yang karyanya tetap eksis dibaca sampai sekarang. Di zaman itu, ada aturan yang mengikatnya, seperti rima dan irama. Bisa dikatakan, puisi ini awalnya berbentuk syair.
Di zaman itu tidak mengenal istilah puisi. Puisi hanya ucapan orang Indonesia. Namun, yang lebih tenar, yaitu syair. Dalam sastra syair terdapat aturan ketat di dalamya, seperti rima, irama, tipografi, dan susunan bait. Berikut Contohnya

JATUH CINTA PADAMU

Oleh Kahlil Gibran

Mempesonanya kamu 
Menyungging senyummu 
Menghiasi raut wajahmu 
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu 
Yang menghantam jantungku 
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku 
Kutakut kehilanganmu 
Bila kau tahu perasaanku 
Yang jatuh cinta padamu

Susunan rima dan iramanya sangat teratur, sehingga menimbulkan energi. tersendiri untuk pembaca. Puisi ini oleh Kahlil Gibran, sebuah ungkapan isi hati untuk sang pujaan hati. Bahwa lewat senyumnya, sang penulis berhasil menjadi seorang pencuri cinta. Namun, di akhir bait puisi, Kahlil Gibran merasakan ketakutan yang sangat, jika sang pujaannya tahu, apakah dia akan menerimanya dengan hati yang terdalam.

2. Puisi Romansa Modern
Puisi ini hidup di masa modern, yaitu masa sekarang. Banyak perubahan di dalamnya sehingga menimbulkan banyak teori dalam sebuah kepenulisan. Maka, salah satu penyair mengklaim bahwa era modern adalah era kebebasan. Artinya, tidak ada aturan ikatan teori kepenulisan seperti syair, namun difokuskan bagaimana puisi tersebut sampai ke pembacanya.
Banyak penyair memanfaatkan era modern ini untuk mencari ekspresi kepenulisan. Akhirnya, mereka rela melakukan percobaan menulis dan membaca sehingga karakter menulis puisi tertanam dalam dirinya, sehingga membawa warna baru dalam kesastraan Indonesia. 

Berikut contohnya;

Aku Ingin

Oleh Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 
Dengan kata yang tak sempat diucapkan 
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan pada hujan yang menjadikannya tiada.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana 
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan pada hujan yang menjadikannya

Aku ingin, sebuah puisi yang sangat sederhana. Permainan diksi dan penyampaian rasa cintanya sangat padu dan apik sehingga membuat pembaca terhayut di dalamnya. Puisi itu menggambarkan secara ringkas, padat, dan penuh makna. Sebuah keinginan dan permainan majas yang diciptakan mampu teratur dalam sebuah bait puisi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN