MEMBUNGKUS RIUHNYA KEDEWASAAN : SELIMUT ASMARA DALAM RELUNG TANPA AMPUN



Dokumentasi: Imaculata Budi Setyawati

Banyak sekali pertanyaan dalam hidup ini, sampai kita perlu untuk mendapatkan kehangatan dan pikiran yang tenang. Semakin cepatnya informasi yang ada dari berbagai platfrom media online, membuat orang berpikir "Apa aku ini memang rapuh?" karena ketidakberdayaan kita untuk merespon semua pertanyan orang. Kadang dari lingkup keluargapun masih memberikan pertanyaan yang kita tidak tahu apa jawabannya. Bahkan bisa jadi terjawab saat usia kita sudah dewasa dengan banyaknya perkerjaan. Jika kamu sedang berada di fase kepalamu terlalu berisik dan jiwamu lelah mencari jawaban, buku ini hadir sebagai ruang teduh untukmu beristirahat.

Buku ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan sebuah ruang rahasia tempat cinta dan kesepian saling berpelukan. Di sinilah keheningan akan berbicara langsung ke lubuk hatimu, dan setiap luka yang kamu bawa perlahan menemukan obatnya.Melalui untaian kata mutiara yang penuh makna, antologi puisi ini mengajakmu merayakan keunikan dari setiap pertemuan dan perpisahan. Karena sering kali, pada saat kita merasa paling sendirian dan tidak berdaya, di situlah cinta sejati sedang mempersiapkan jalan untuk pulang.

Cover Buku bagian depan
Dokumentasi : Imaculata Budi Setyawati

Bagi kawan semua yang penasaran dengan detail lengkap bukunya, berikut adalah informasi spesifikasinya

  • Judul Buku: Selimut Asmara dalam Relung Tanpa Ampun
  • Kategori Buku: Antologi Puisi
  • Penulis: Imaculata Budi Setyawati, S.M.
  • Jumlah Halaman: 167 halaman
  • Dimensi: 14 x 20 cm
  • ISBN: 978-634-229-785-8
  • E-ISBN: 978-634-229-786-5
  • Tahun Terbit: 2026
  • Editor: Tsanaa Mahara Haq, S.Hum.
  • Desain & Penata Letak: Muhammad Risyad

Sinopsis singkat

Hidup mengalir layaknya sungai, selama nadi masih berdenyut, duka dan suka akan selalu menyapa. Namun, percayalah bahwa setiap kejadian baik pahit maupun manis adalah skenario terbaik yang telah dititipkan oleh Sang Pemilik Langit dan Bumi untuk mendewasakan jiwa.

Kita tak pernah punya kuasa mengatur dari mana sang fajar harus terbit, apalagi menebak drama serta misteri yang telah digariskan takdir. Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan sebuah ruang rahasia tempat cinta dan kesepian bertemu. Di sinilah keheningan berbicara dan setiap luka menemukan obatnya.

Melalui beragam tema emosional dan untaian kata mutiara yang penuh makna. Selimut Asmara dalam Relung Tanpa Ampun mengajak pembaca merayakan keunikan setiap pertemuan. Karena seringkali, pada saat kita merasa paling sendirian, di situlah cinta sejati sedang mempersiapkan jalan untuk pulang.

Gambar Cover buku bagian belakang
Dokumentasi: Imaculata Budi Setyawati

Cara Membeli: Bagi kawan semua yang sudah tidak sabar untuk memeluk dan membaca langsung setiap kalimat dalam Selimut Asmara dalam Relung Tanpa Ampun, buku ini sudah bisa dipesan secara resmi melalui kontak di bawah ini:

Harga Spesial Rilis: Rp 75.000 (harga normal Rp. 85.000) *Harga belum termasuk ongkir 


Gambar Pembatas Buku
Dokumentasi: Imaculata Budi Setyawati

Memang Apa Untungnya Memiliki Buku Ini?

  • Ketangguhan Penulis dalam menghadapi Bullying akibat sakit Epilepsi

Membeli buku ini berarti semua pembaca tidak hanya mendapatkan sebuah ruang teduh untuk menenangkan pikiran  bising, tetapi ikut menjadi bagian dari apresiasi nyata terhadap karya lokal yang lahir dari ketangguhan seorang penulis yang menolak menyerah pada keadaan.

  • Support System Bagi Penulis

Bersama-sama kita rayakan kembali hangatnya pelukan literasi dan dukung karya agar  membawa karunia yang mengalir bagi proses pemulihan penulis ke depannya. Setiap apresiasi yang kawan semua berikan melalui buku ini adalah suntikan semangat dan bahan bakar energi baru yang sangat berharga bagi penulis untuk terus merawat kesehatannya dan tidak pernah berhenti menorehkan karya-karya bermakna.

  • Investasi Mental Jangka Panjang (Self-Care Terbaik)

Untaian kata mutiara di dalamnya penuh dengan pesan mendalam tentang penerimaan takdir dan kedewasaan jiwa. Buku ini bisa menjadi teman refleksi harian yang bisa kamu buka kapan saja saat kamu merasa kesepian atau kehilangan arah.

Slot pemesanan sangat terbatas. Segera amankan bukumu sekarang dan mari kita temukan jalan pulang bersama-sama melalui untaian pesan tertulis dari ini.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI