KISAH SEORANG PENJUAL KORAN
Di ufuk timur, matahari belum tampak. Udara pagi hari terasa dingin. Alam masih diseimuti embun pagi. Seorang anak perempuan sedang mengayuh sepedanya di tengah jalan yang masih sepi. Siapakah gerangan anak itu ? Ia adalah seorang penjual Koran bernama, Sandra.
Menjelang pukul lima pagi, ia telah sampai di tempat agen Koran berjarak 200 km dari rumah. Sandra mulai bekerja menjadi penjual koran karena ingin membantu orang tua nya . “ Ambil berapa Sandra?” tanya Bang Dhany .” 15 “ jawab Sandra. Bang Dhany mengambil sejumlah Koran dan majalah sesuai permintaan dan memberikan kepada Sandra untuk di antar ke pelangggan. Setelah selesai, ia pun berangkat.Ia mendatangi pelanggan-pelanggan setianya. Dari satu rumah ke rumah lainnya. Begitulah pekerjaan Sandra setiap harinya. Menyampaikan Koran kepada pelanggannya. Semua itu di kerjakannya dengan gembira,ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab.
Ketika Sandra sedang menganyuh sepedanya ,tiba-tiba ia di kejutkan dengan sebuah benda di tengah jalan. Benda tersebut adalah sebuah kantong plastik bewarna hitam. Sandra menjadi gemetar saat memegang kresek tersebut. Ia mulai bertanya-tanya dalam hati nya “benda apakah itu ? “ ia ragu dan merasakan ketakutan karena akhir-akhir ini sering terjadi peledakan bom dimana-mana.
Sandra khawatir benda itu adalah bungkusan bom. Namun pada akhirnya, ia mencoba membuka bungkusan tersebut. Tampak di dalam bungkusan tersebut berisi sebuh kardus yang di lapisi Koran.” Wah, apa isinya ini ?” tanya Sandra dalam hati. Sandra segera membuka bungkusan tersebut dengan hati-hati. alangkah terkejutnya ia , sebab isi dari kardus tersebut adalah kalung emas,cincin dan uang . “ Milik siapa,ya ?” tanya dalam hati. Sandra membolak-balik kalung emas dan cincin serta menghitung uang yang ada di dalam kardus. Ia makin terpanjat lagi karena ada kartu kredit di dalamnya. “ Loh....... ini kan milik ibu Maya. Kasihan ibu Maya, rupanya benda ini jatuh saat dibelinya. “ gumamnya dalam hati.
Apa yang di pikirkan Sandra itu benar. Saat bu Maya mengendarai sepeda motor dari toko perhiasan, di tengah jalan turunlah hujan akhirnya ibu Maya berhenti sejenak mengambil jas hujan. Ketika mengambil jas hujan, kresek tersebut jatuh di belakang nya dan ia tidak melihat dan langsung melanjutkan perjalannya menuju rumah saudara nya. Sandra dengan segera memberitahukan ibu Maya. Ia menceritakan apa yang terjadi.
Betapa senangnya ibu Maya karena perhiasaan yang di beli telah kembali. Ia sangat bersyukur, perhiasan itu jatuh ke tangan orang yang jujur. Sebagai ucapan terima kasihnya , Ibu Maya memanggil sang suami ,Pak Doni agar memberikan modal kepada Sandra untuk membuka kios di rumahnya.
Kini Sandra tidak lagi mengayuh sepedanya untuk menjual Koran. Ia cukup menunggu pembeli datang untuk berbelanja. Sedangkan untuk mengirim Koran dan majalah kepada pelanggannya, Sandra meminta saudaranya, Daniel yang kebetulan baru lulus SMA dan ingin bekerja. Itulah akhir dari sebuah kejujuran yang mendatangkan berkah ,kebahagiaan,dan hati yang senang di kehidupan kelak.
Demikian akhir cerita yang saya buat edisi ke -9. Semoga membuka wawasan anda untuk bertindak jujur. Terima kasih . Salam IBS.
Demikian akhir cerita yang saya buat edisi ke -9. Semoga membuka wawasan anda untuk bertindak jujur. Terima kasih . Salam IBS.


Komentar
Posting Komentar