KENANGAN BERSAMA SAHABAT
Bel
sekolah bunyi tanda masuk kelas. Aku , Helen masuk ke kelas dengan sahabatku
yang bernama Mery. Dia teman baik ku sejak
SD. Dia memiliki kepribadian baik dan perhatian kepada semua orang. Karena memiliki
sifat menyenangkan dan lembut membuatku selalu nyaman berteman dengannya.
Ketika
istirahat , aku baru ingat ada pr
matematika . Karena lupa, aku berinisiatif untuk melihat jawaban dari sahabatku
Mery . “ Mery , kamu sudah kerjakan pr
matematika apa belum ? kalau sudah, aku pinjam dulu ya untuk aku salin!"
“Baiklah, tapi kamu jangan suka mecontek aku terus, cobalah kamu
untuk mengerjakan sendiri “ kata Mery . Lalu aku pun menjawab “ Ok , ini yang
terakhir kok he…he…he…” sambil tersenyum.
Setelah mengerjakan pr bel istirahat
pun berakhir .
Sesudah
aku menyalin jawaban dia , Kami masuk untuk belajar pelajaran matematika. Tanpa dirasa bel pulang berbunyi tanda
pelajaran hari sudah selesai dan
waktunya untuk pulang. Biasanya aku dan Mery pulang bersama dengan berjalan kaki
, karena rumah ku dengan Mery dekat dengan sekolah . Tetapi , hari ini aku
pulang sendiri karena dia dijemput oleh
ayah nya , Pak Ryan .
Keesokan
hari , Mery tidak masuk tanpa ada
keterangan apapun. Karena aku adalah teman dekatnya , guru pun bertanya
kepadaku “ “Helen , mengapa Mery tidak masuk sekolah ? Biasanya dia selalu memberikan
surat bila tidak masuk. ” Lalu aku pun menjawab “ Aku tidak tahu Bu , kemarin
saya tidak pulang bersama dia sebab di jemput oleh ayah nya “. “ Baiklah bila begitu “,
jawab guru ku Bu Elis .
Setelah
pulang sekolah karena penasaran mengapa
Mery tidak masuk, aku berinisiatif langsung menuju ke rumah nya .Sesampai nya aku di Mery , aku
melihat rumahnya sepi dan lampu teras menyala. Aku mencoba untuk menayakan keberadaan Mery kepada
tetangga nya “ Selamat siang Bu , Saya ingin bertanya , Apakah Ibu tahu keberadaan pak Ryan
, ayahnya Mery “ Lalu ibu menjawab “ Pak
Ryan beserta keluarganya pergi karena, rumah kontrakan ini sudah habis jatuh
tempo dan mereka semua pergi ke kampung
halamannya di Lombok , NTB “ “ Jadi
begitu ya Bu, terima kasih “ jawabku.
Ketika
aku mendengar penjelasan dari tetangga nya , hatiku hanya bisa bersedih karena
banyak sekali kenangan aku bersama Mery . Apabila mengingat moment bahagia. Saat kami
pulang sekolah bersama sementara
hujan deras datang. Pada waktu itu ,
kami tidak membawa topi sekolah. karena hujan , kami binggung ingin berlindung menggunakan apa.
Akhirnya kami memilih untuk berlindung dengan daun pisang yang kami temukan di depan pintu sekolah sambil
bermain hujan- hujanan.
Setelah
itu , aku langsung pulang dan bercerita kepada ibu ku, Susi. Bahwa Mery tidak tinggal di sini lagi . Ibu hanya
mengatakan “ Sudah , kamu jangan menangis , berdoalah semoga
dia sehat selalu dan bisa menjadi sang juara disana . “ baik bu “ jawabku.
Semoga
dengan membaca cerita ini kita semua ingat akan kasih sayang dan kepedulian
kita terhadap sesama. Tidak harus teman dekat (sahabat ) tetapi kepada semua
orang yang kita kenal di sekitar kita .
Janganlah egois sebab, kita didunia ini hanya sementara. Kita tidak
tahu kapan meninggalkan kehidupan yang
di berikan oleh –Nya.
*Cerita ini hanya
fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita,
maka itu semua hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan dari
penulis . Edisi ke 27 Salam IBS.
Komentar
Posting Komentar