BAWALAH PERGI CINTA SEJATIKU

 


“ Cintaku bukanlah cinta biasa,  Jika kamu yang memiliki dan kamu yang temani ku se umur hidupku “



gambar : Dokumen pribadi 2018

Setiap kenangan dan kebahagian selalu ada rasa sayang yang tumbuh di dalam hati. Memang jalan takdir yang membuat lika liku kehidupan menjadi sebuah tantangan dalam menjalankan tugas tidak seperti mengembalikan telapak tangan diatas permukaan.  Tantangan  pun kadang sangat sulit dihadapi atau mungkin mudah sebab ada petunjuknya.

Bawalah cinta kita ke dalam kebahagian bukan kesengsaraan,  apalagi bila cinta kita sudah melekat dalam diri. Jadikanlah cinta ini sebagai belahan jiwa walau mustahil kita bisa menjadi kekasih selamanya yang abadi dan kekal.

Ketika itu sudah terjadi,  kita selalu tersenyum walau hati teriris seperti pisau  baru di assa. Hal ini terjadi ketika aku biasa ada kamu namun di saat itu kamu tak bisa denganku. Banyak kenangan yang tak bisa ku gambarkan lagi sebab semua ini pasti berlalu,  meski tak akan mudah namun ku tahu aku akan selalu bersama mu di dalam hati.

“ Engkau lah teman sejati, kasih ku di setiap hari “ hanya kita berdua yang tahu tentang takdir cinta yang kita punya di saat-saaat massa bahagia mengelilingi kehidupan. Senyum dan tawa yang kau berikan selalu teringat memori cinta.  Tak dapat ku lupakan semua akibat terlalu dalam tempat hatiku.

Menjaga rasa cinta tak mudah. Banyak tantangan namun,  ku bersyukur kita berdua bisa melewati massa ini dan akhirnya di persatukan walau tanpa persetujuan. Inilah yang terjadi cintaku,  kau bawa pergi tanpa jiwa dan bayang-bayang hadirnya diriku. Cinta yang membisu, tak dapat berbicara menjadi kunci keberhasilan engkau bisa membawa cinta sejatiku pergi dalam hati.

“ harus kah di pertanyakan dimana cintaku sekarang ?” bagiku ini hal yang harus kau jawab belahan jiwaku. Ku ingin kau tahu, diriku disini masih berharap restu dari kedua orang tua untuk bisa menjalankan cinta bersama dirimu melalui raga dan hadirku.

Oh Tuhan, Rasa kecewa di dalam dada membuat ku semakin takut akan kegagalan yang terjadi. “ tiada lagi yang ku harapkan, tiada lagi yang ku inginkan”. Diriku benar-benar ingin bersamamu tanpa ada rasa takut melainkan cinta yang abadi.

“ Ku ingin kau tahu, diriku di sini menanti kata persetujuan orang tuaku”. Semoga dengan hadirnya dirimu menyambut hatiku ,  Diriku bisa melewati  kata berpisah yang  ada dalam pikiran serta hati mu,  melainkan kata bersatu walau engkau sudah berhasil membawa pergi cintaku melalui bayang-bayang dari arti cinta. Salam IBS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN