BAWALAH PERGI CINTA SEJATIKU
“ Cintaku bukanlah cinta biasa, Jika kamu yang memiliki dan kamu yang temani ku se umur hidupku “
Setiap kenangan dan
kebahagian selalu ada rasa sayang yang tumbuh di dalam hati. Memang jalan
takdir yang membuat lika liku kehidupan menjadi sebuah tantangan dalam
menjalankan tugas tidak seperti mengembalikan telapak tangan diatas
permukaan. Tantangan pun kadang sangat sulit dihadapi atau mungkin
mudah sebab ada petunjuknya.
Bawalah cinta kita ke
dalam kebahagian bukan kesengsaraan, apalagi bila cinta kita sudah melekat dalam
diri. Jadikanlah cinta ini sebagai belahan jiwa walau mustahil kita bisa
menjadi kekasih selamanya yang abadi dan kekal.
Ketika itu sudah terjadi,
kita selalu tersenyum walau hati teriris
seperti pisau baru di assa. Hal ini
terjadi ketika aku biasa ada kamu namun di saat itu kamu tak bisa denganku. Banyak
kenangan yang tak bisa ku gambarkan lagi sebab semua ini pasti berlalu, meski tak akan mudah namun ku tahu aku akan
selalu bersama mu di dalam hati.
“ Engkau lah teman
sejati, kasih ku di setiap hari “ hanya kita berdua yang tahu tentang takdir
cinta yang kita punya di saat-saaat massa bahagia mengelilingi kehidupan. Senyum
dan tawa yang kau berikan selalu teringat memori cinta. Tak dapat ku lupakan semua akibat terlalu dalam
tempat hatiku.
Menjaga rasa cinta tak mudah. Banyak tantangan namun, ku bersyukur kita berdua bisa melewati massa ini dan akhirnya di persatukan walau tanpa persetujuan. Inilah yang terjadi cintaku, kau bawa pergi tanpa jiwa dan bayang-bayang hadirnya diriku. Cinta yang membisu, tak dapat berbicara menjadi kunci keberhasilan engkau bisa membawa cinta sejatiku pergi dalam hati.
“ harus kah di
pertanyakan dimana cintaku sekarang ?” bagiku ini hal yang harus kau jawab
belahan jiwaku. Ku ingin kau tahu, diriku disini masih berharap restu dari
kedua orang tua untuk bisa menjalankan cinta bersama dirimu melalui raga dan
hadirku.
Oh Tuhan, Rasa kecewa
di dalam dada membuat ku semakin takut akan kegagalan yang terjadi. “ tiada
lagi yang ku harapkan, tiada lagi yang ku inginkan”. Diriku benar-benar ingin
bersamamu tanpa ada rasa takut melainkan cinta yang abadi.
“ Ku ingin kau tahu, diriku
di sini menanti kata persetujuan orang tuaku”. Semoga dengan hadirnya dirimu menyambut
hatiku , Diriku bisa melewati kata berpisah yang ada dalam pikiran serta hati mu, melainkan kata bersatu walau engkau sudah
berhasil membawa pergi cintaku melalui bayang-bayang dari arti cinta. Salam
IBS.

Komentar
Posting Komentar