KESEDERHANAAN BERBAUR ASMARA

“ Haruskah aku mengemis cinta demi kebaikan yang ku dapatkan dari mu ? “

Salah bila diriku terlalu mencintaimu. Mengapa demikian ? jangan tanyakan  karena ku tak tahu. Sebab aku tidak ingin bila kau pergi tinggalkan aku. Mungkin aku tak akan bisa bertahan tanpa bantuan Tuhan melalui perantara seseorang dalam hati seperti engkau pujaan hatiku. Awalnya ku bermimpi bilamana menjadi seorang artis, maka kehidupanku berubah tetapi yang ku mau hanya sederhana. Aku tidak minta sesuatu yang bermacam-macam serta mahal dan mewah. Sebab yang ku inginkan aku bisa ada didalam hatimu sudah melebihi dari harga mobil dan rumah termewah. Itulah isi mimpi untuk menggapai cita-cita massa depan bersama.

Sederhana bukan ?

Setiap malam, aku selalu mengirim doa pada maha Kuasa, sesuai isi hati  ku  sambil bersimbah air mata di hadapan Nya. Hingga selama lima puluh tahun kita bersama aku terus berdoa semoga Tuhan mengabulkannya tetapi   jawaban Tuhan berbeda.

Mungkin ini sudah menjadi takdirku. Dimana selama bersama sebelumnya engkau pergi  kita selalu melakukan rutinitas secara kompak hingga banyak orang merasakan “ kasih sayang pasangan itu penting demi kehidupan selamanya ” . Tetapi dengan sedetik waktu ini berakhir. Karena engkau tinggalkan rumah menuju rumah abadi.



                                                    gambar : Internet 

“ Seperti pelangi yang hadir setelah hujan memberikan keindahan sangat menawan begitulah kiranya keindahan yang kudapat setelah aku mengenalmu dan hadir mu seperti jingga di penghujung senja yang selalu mencipta Kerinduan ”

Demikian cerita ku kehilangan seseorang yang ku sayang. Sepatutnya aku tidak perlu terbawa dalam kesedihan yang berlarut. Kehilangan merupakan sebuah proses bagaimana aku dapat ikhlas menerima kenyataan meski pahit. Percayalah Tuhan memiliki jalan terbaik untukku dan untuk orang-orang yang dia  sayangi. Kata-kata kehilangan seseorang yang ku sayang juga dapat memberimu kekuatan untuk terus menjalani hidup meski tanpa orang yang kamu sayangi.

*hanyalah fiktif belaka bilamana ada kesamaan unsur cerita bukan kesengajaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN