WORKSHOP PEWARTAAN BAGI KAUM AWAM DI ERA DIGITAL

Bilamana kita mengatakan bidang pewartaan pasti yang terlintas dalam pikiran seseorang yaitu injil atau ayat-ayat suci yang dibagikan kepada sesama dengan tujuan dapat menjadi motivasi dan refleksi diri. Menurut KBBI arti kata pewartaan adalah proses, cara, perbuatan mewartakan. Arti lainnya dari pewartaan adalah pemberitaan.(sumber: https://kbbi.lektur.id/pewartaan). Selain itu menurut data  (sumber : https://aendydasaint.com/tag/ringkasan-pelajaran-agama-katolik-kelas-6/ ) yaitu Pewartaan adalah tugas utama Gereja. Bukan pewartaan dengan kata-kata tetapi lebih-lebih dengan kesaksian hidup dan dialog. Tujuan dari tugas pewartaan ialah agar Yesus dan ajaran-Nya diterima dan diimani oleh semua orang. Orang yang percaya akan memperoleh keselamatan.

Dengan sekian pengertian kita dapat menyimpulkan bahwa pewartaan yaitu mewartakan kesaksian hidup dari pengalaman dan yang tertulis pada alkitab saling berkaitan bilamana Tuhan sendiri telah menghendaki (Seturut dengan waktu-Nya) dan akan diberikannya keselamatan dalam dunia maupun akhirat. Sebab disaat kita menabur kebaikan akan ada hasil buah dari kebaikan menjadi kebahagiaan. Mewartakan Injil kitab suci tidaklah mudah seperti bercerita kepada sesama bilamana kita tidak mengerti maksud atau pesan dari injil tersebut. Namun sebagai orang beriman diharapkan kita sebagai kaum awam bisa mewartakan injil sesuai dengan Konsili Vatikan II (1962-1965) yang telah mengubah pandangan gereja tentang dririnya dan dunia agar kaum awam dikembalikan pada jati dirinya yang sebenarnya. Dengan ini kita sebagai kaum awam dapat dengan bebas dan penuh tanggung jawab dapat menjalankan tugas dalam gereja dan dunia bisa terdorong untuk menampilkan diri sebagai anggota gereja yang penuh dan mewujudkan imanya baik secara personal maupun secara sosial.

Tetapi sekarang tak mampu dilakukan dengan surat menyurat seperti  era 90 an melainkan dengan bantuan teknologi yang semakin canggih disetiap waktu kita dapat membuat dan menggunakan media komunikasi sosial baru untuk pewartaan injil dengan tujuan dapat menjangkau lebih luas dan baik lagi dan menjadikan ini sebagai metode baru bagi mewartakan firman Tuhan.

Saya sebagai kaum awam berusia muda yang mencoba masuk dalam dunia kepenulisan sebagai hobi sekaligus kesibukan untuk mencapai mimpi membuat buku untuk membagikan kisah hidup merasa bersyukur atas diberikannya kesempatan oleh Tuhan. Dapat  belajar bagaimana mewartakan injil Tuhan melalui media sosial yang kita miliki seperti Youtube, Facebook maupun WhatsApp dan sebagainya yang bisa dikatakan malas dalam membuka kitab suci.

Namun dihari Minggu  pada tanggal 13 November 2022 di kampus Universitas Katolik Widya Karya Malang saya diberi kesempatan dapat mengikuti workshop “ Metode Pewartaan Injil di era Digital “  dengan narasumber Bapak Drs. Agustinus Indradi, M.Pd. dan Bapak Andy Endra Krisna, S.S.,M.Pd. yang didukung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis oleh ibu dekan Dra. Anni Yudiastuti, M.P., saya sebagai alumni FEB tahun 2022 merasa “terpanggil” adanya tantangan yang mungkin bilamana kita konsisten maka akan terjadi suatu maha karya besar dengan tak lupa diiringi usaha dan doa.

Acara workshop selain untuk menjujung tinggi Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat  dapat memberikan motivasi bagaimana memanfaatkan teknologi sebagai wadah menabur kebaikan dengan mewartakan injil Tuhan. Walau dalam kenyataan kita masih sering menemukan adanya hoax (kebohongan) yang dituliskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk merusak kehidupan orang lain atau mencari perhatian.

Banyak sekali pengetahuan yang saya dapatkan dalam workshop ini dan kita diharapkan sebagai kaum awam beriman dapat mempraktekan agar semakin banyak orang beriman yang mengenal Tuhan-Nya dengan membaca ayat-ayat suci yang dapat di modifikasi seperti pantun Injili , video, cerita pendek tiga paragraf (pentigraf).

Tulisan ini saya buat untuk sharing serta dibagikan dengan tujuan mengajak kaum awam generasi milenial dapat memanfaatkan lebih baik lagi media sosial bukan untuk mengomentari kehidupan seseorang melainkan mengubah hidupmu sebagai pewarta kaya iman dan pengetahuan rohani.

Demikian “goresan pena” yang saya buat untuk mengingkatkan kembali perjalanan sebagai ucapan syukur  dan berterimakasih kepada Tuhan disepanjang hidupku  masih diberikan kesempatan bertemu  dengan orang -orang hebat  dan terus berkarya melalui tulisan bermakna dan berarti akan kehidupan yang tak pasti sesuai dengan keinginan kita serta memiliki kekurangan. Salam IBS.



Gambar : Dokumen Pribadi, 2022
Keterangan : Para peserta Workshop Metode Pewartaan di Era Digital bersama para narasumber



Gambar: Dokumentasi Pribadi, 2022
Keterangan : Bersama ibu Dra. Anni Yudiastuti, M.P. , Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Karya Malang.





Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2022
Keterangan: Ketika melakukan sesi tanya jawab




Gambar : Dokumen Pribadi, 2022
Keterangan : Pemberian Doorprize 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN