TIPS MENCARI IDE UNTUK MENULIS CERPEN DAN NOVEL

Menulis bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan setiap orang. Banyak yang beranggapan bahwa bisa menjadi penulis adalah sebuah bakat, padahal kenyataannya bukan demikian. Karena pada dasarnya, semua orang bisa menuliskan apa saja yang ingin mereka sampaikan.

Beberapa permasalahan yang sering ditanyakan dalam menulis yaitu tentang ide. Di mana, ini akan menjadi bahan utama dalam mengembangkan tulisan nanti lebih lanjut. Di mana kita bisa menemukan ide? Di mana kita bisa mulai menulis kalau ide itu tidak kunjung muncul?

Nah, kalau masih sering kesulitan mendapatkan ide dalam menulis, coba baca materi berikut ini. Akan ada 5 tips untuk kamu bisa dengan lebih mudah mendapatkan ide dalam menulis. Yuk, simak dan jangan lupa praktikkan!

1. Pergi ke suatu tempat

Tips yang pertama adalah pergi ke suatu tempat. Tidak harus jauh ataupun membutuhkan biaya mahal, cukup yang sekiranya bisa membuatmu nyaman. Namun, pastikan tempat yang kamu tuju sudah pasti aman, ya. Cara ini bisa kamu gunakan ketika kamu sudah bosan berada di dalam ruangan. Bisa saja, dengan kamu keluar dan menikmati berbagai peristiwa maka akan banyak ide menulis yang datang bermunculan begitu saja.

Jangan lupa untuk mencatat ide yang sudah kamu dapatkan. Sekecil apapun, cobalah kamu tulis dan simpan dalam buku kecil. Ide-ide kecil itulah yang akan sangat bermanfaat untuk menyusun sebuah tulisan utuh nantinya.

2. Mendengarkan cerita atau curhatan orang lain

Siapa yang sering jadi pendengar? Ada banyak keuntungan bisa kamu dapatkan ketika menjadi pendengar yang baik. Ketika kamu sudah dipercaya menjadi tempat menampung cerita, artinya kamu istimewa.

Kamu bisa mengumpulkan berbagai cerita atau curhatan mereka menjadi ide tulisanmu nanti. Asalkan, kamu juga tetap menjaga hal-hal yang sangat rahasia, ya. Lebih bagus lagi kalau kamu mau meminta izin ke orang tersebut lebih dulu, supaya berkah.

3. Menonton film

Tips ketiga adalah menonton film. Semakin banyak film yang kamu tonton, maka ide menulismu juga akan semakin banyak bermunculan dengan sendiri. Tapi, cobalah untuk menulis sesuai gaya bahasa dan ciri khas kamu, ya.

Ada banyak film yang bisa kamu tonton dan menjadi referensi ide tulisanmu. Asalkan, kamu bisa mengemasnya dalam suatu karya yang kreatif, maka tidak ada salahnya untuk mengembangkannya.

4. Membaca buku lebih banyak

Menulis bisa membuatmu dikenal, tapi membaca juga dapat membuatmu mengenal isi dunia. Ya, membaca buku lebih banyak juga akan memperkaya ide dalam diri kamu. Ketika kamu membaca sebuah buku, mungkin akan berbeda rasanya ketika kamu membaca banyak buku.

Nah, kamu bisa membuat jadwal kapan kamu membaca dan menulis. Lebih banyak membaca itu jauh lebih baik untuk tulisanmu nanti. Tapi, juga harus seimbang dengan tulisanmu, ya. Oh, iya, kalau bisa jangan hanya membaca beberapa buku dalam tema dan genre yang sama, ya. Supaya lebih banyak ide yang kamu dapatkan.

5. Mendengarkan lagu

Setiap lagu mempunyai kandungan yang tak semua orang bisa memahaminya. Bisa jadi ketika kamu mendengarkan lagu, akan banyak ide yang akan datang membisikan ke telingamu. Kadang, hanya karena lirik lagunya yang tak sengaja bisa membuatmu hanyut ke dalam alunan melodi tersebut, bisa membuat pikiranmu mendatangkan banyak hal.

Nah, buat kamu yang suka menulis dan kehilangan ide, coba deh kamu praktekan hal ini. Kamu juga bisa mencari lagu yang sesuai dengan kesukaanmu supaya bisa lebih cepat saat memahaminya. Apapun dan bagaimana pun lagunya, semua bisa jadi bahan dan ide menulismu akan semakin banyak.

Itulah 5 tips yang bisa kamu coba untuk menemukan ide dalam tulisan. Semua tergantung bagaimana kamu mencarinya. Asalkan kamu nyaman dan senang, semua pasti akan memberikan keceriaan. Yuk, rajin menulis supaya tulisanmu bisa menjadi lebih baik lagi dan apa yang ingin kamu sampaikan bisa lekas terwujud satu persatu.

Q&A

1. Seandainya sudah di tengah jalan kita buat cerita itu tiba-tiba tidak menemukan ide, solusi terbaiknya apa kak?

Jawaban:  Kalau kasus yang demikian itu sudah sangat umum. Jadi jangan khawatir jika saat ini sedang mengalami hal demikian. Ada beberapa langkah yang bisa kamu coba. Kalau saya biasanya akan melakukan hal berikut.

  • Jangan memaksakan diri, cobalah untuk membaca lebih banyak buku referensi baik fiksi ataupun nonfiksi. Kadang, meninggalkan tulisan kita lebih dulu untuk mencari lebih banyak referensi juga perlu. 
  • Istirahat sejenak. Ide yang tiba tiba habis atau kehilangan cara melanjutkan tulisan bisa jadi karena kamu terlalu lelah dengan tulisan itu. Cobalah untuk mengambil jeda sejenak, entah itu pergi jalan jalan atau bahkan tidur yang cukup.
  • Meminta saran dan berdiskusi dengan orang lain. Misalnya saja seperti curhat, atau bahkan meminta kritik saran kepada mereka yang kamu percaya. Mungkin, kita akan sering takut kalau mereka akan membuat kita jadi kehilangan semangat. Maka dari itu, carilah yang sekiranya kamu siap menerima apa saja yang dikatakan mereka terhadap tulisanmu itu.

2. Bilamana kita udah punya ide lalu kita mencoba mempraktetkan 5 tipe tersembut lalu ide kita jadi berubah gimana kak? Maksudnya idenya berubah berubah gitu kak. Bagimana cara menyikapi nya kak

Jawaban :

Bukan hal biasa tentang masalah tersebut. Baik penulis pemula ataupun senior sekalipun pasti mudah sekali mendapatkan ide ide baru yang bahkan melenceng ide awal.

Beberapa masalah yang mengakibatkan hal tersebut diantaranya.

a.  Tidak memiliki konsep yang mantap dengan tulisan awal

b.   Tidak mempersiapkan outline, atau sejenis rangkaian cerita

c.  Belum menyiapkan masalah-masalah yang akan dihadapi dalam penulisan cerita 

Cara untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu.

a.   Belajar mencintai tulisan sendiri, kebanyakan ide datang karena merasa khawatir dan tersaingi dengan karya lain.

b.  Berusaha yakin dan memastikan kalau tulisan yang kamu buat adalah asli dan original, bukan plagiat atau bahkan meniru gaya bahasa orang lain akibat membaca tulisan mereka.

c. Menyiapkan segala sesuatu di awal semaksimal mungkin. Mulai dari outline, Tokoh-tokoh yang ada, konflik, dan juga alur yang konsisten.

3. Bilamana kita baca/ nonton banyak referensi kadang bukannya dapet ide buat tulisan yang kita tulis tapi malah nambah ide baru, jadi bingung mau ngelanjutin tulisan yang tadi atau mau bikin tulisan dengan ide yang baru itu kak, jadi baiknya bagaimana ya kak??

Jawaban: Banyak penulis juga sering merasakan hal demikian. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika kita malah mendapatkan banyak ide baru? 

  • Perbanyak mencari referensi baca / nonton yang sesuai atau berhubungan dengan ide awal kita
  • Catat ide ide baru yang bermunculan lalu coba kemas dengan apik supaya lebih mudah menyatu dengan ide sebelumnya. Tambahi bumbu lain, agar terkesan tak dipaksa.
  • Kumpulkan ide ide baru yang muncul, lalu satukan dengan ide lain. Lalu siapkan membuat tulisan baru, dengan syarat tulisan sebelumnya telah selesai.

Menghadapi Kritik Pedas pada Karya

Bicara mengenai kritik pada sebuah karya kita seringkali menemukan seorang pengritik yang malah menghina, mencaci, bahkan menjatuhkan si penulis. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan, ya. Mengingat, pemberi kritik yang baik, bukan dengan menjatuhkan. Jika melakukan hal yang demikian, mungkin saja sebenarnya mereka belum mengerti apa yang dimaksud kritik tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah suatu kecaman atau tanggapan, atau kupasan yang kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Dari pengertian tadi, hal yang harus dilakukan dalam memberikan kritik pada sebuah karya dengan cara mempertimbangkan baik buruknya karya tersebut. Bisa dipahami, ya, bukan hanya buruknya saja, melainkan baiknya juga harus dilihat.

Hal buruk yang dilihat pun, cara menanggapinya bukan dengan menghina. Tentu saja dengan hal-hal yang dapat membangun si penulis. Hal apa yang bisa membangun itu? Saran. Di mana ada kritik, di situ ada saran. Jadi, jika kita mendapat sebuah kritik, maka yang harus kita lihat bagaimana etikanya dalam menyampaikan tanggapannya, dan bagaimana cara dia memberikan kita solusi atas apa yang dikritiknya. "Kalau dia cuma ngomel nggak jelas dan malah membuat kita down gimana, Jan?" "Apa jangan didengerin? Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri?"

Sebagai penulis, kita juga harus bisa menyikapinya dengan baik. Supaya apa? Supaya tidak adanya rasa dendam dan dongkol di hati. Kita harus mempunyai sikap menerima yang baik. Meski terkadang kritikan itu menyakitkan, tetapi apa salahnya kita pertimbangkan sebagai acuan untuk lebih maju? Cara dalam menghadapi kritikan:

1) Pandai memilah

Bukan hanya untuk penulis, melainkan juga seluruh manusia harus bisa membedakan mana perkataan yang baik, mana yang buruk. Jika mereka memberi kritik disertai saran di dalamnya, maka itu kritik yang membangun. Beberapa ada kurator naskah yang memang kalau memberi kritik agak pedas, tetapi pasti selalu ada saran dan disertai alasan mengapa mereka berbicara demikian. Misalnya, untuk kebocoran POV. Kritik yang membangun memberitahu kepada kita, kesalahan yang mana, dan apa yang harus kita lakukan setelahnya. Bukan yang malah tiba-tiba bilang, "Lo nulis apaan sih, ini? Jelek. Nggak berfaedah. Banyak banget penulisan yang nggak sesuai PUEBI. Udah, berhenti nulis aja!"

2) Melihat/mengecek kembali tulisan

Nah, kalau dapat kritik, sebaiknya kita memang harus lihat kembali tulisan kita. Apakah memang apa yang dikatakan pengritik itu ada benarnya? Biasanya, para penulis itu cukup sulit menemukan letak kesalahannya. Tiba-tiba pas diberi kritik, kita langsung mikir, "Eh, iya juga. Kok, nggak sadar, sih?" Makanya, penting banget untuk kita kembali melihat sebenarnya bagian mana yang dikatakan salah itu. Kalau mereka hanya bilang buruknya, apa salahnya jika kita mencari tahu sendiri kebenarannya? Mungkin dengan setelah dikritik, kita bertanya kepada orang yang paham kaidah kepenulisan yang baik dan benar. Secara tidak langsung, dengan adanya kritik tersebut, rasa ingin tahu kita lebih banyak, 'kan? Akhirnya, kita juga bisa mendapat ilmu baru setelahnya.

3) Berusaha menerima, dan tanamkan pikiran yang positif

Sikap menerima itu bisa berpengaruh terhadap tulisan kita selanjutnya. Jika kita dengan lapang menerima setiap masukan, maka tulisan kita akan lebih berkualitas nantinya. Apa yang mereka sampaikan ke kita, kita ambil baiknya. Anggap semua itu teguran supaya tulisan kita semakin oke. Meski udah di-judge habis-habisan, tetap berusaha menyikapinya dengan vibes yang positif, ya. Senyum saja. Mungkin, memang tulisan kita yang butuh banyak perbaikan. Perkataan buruknya jangan diambil pusing, tetapi inti dari bagaimana dia bicara itu yang harus kita anggap sebagai energi positif supaya tulisan kita bisa lebih bagus lagi. Oke, ya? 

Tiga hal di atas memang merupakan sikap yang harus dimiliki seorang penulis. Tidak heran jika ada yang membenci tulisan kita. Coba lihat artis-artis di luar sana. Orang baik pun, tetap saja memiliki hatters yang akan selalu membuat dirinya merasa terjatuh. Begitu juga seorang penulis. Jika kita sudah memutuskan untuk menjadi seorang penulis, maka kita juga harus siap dikritik. Karena, tidak semua kritik itu dianggap buruk. Justru dengan dikritik, kita harus lebih semangat dalam memperbaiki tulisan kita. Sepakat? Apa yang dikatakan orang lain, jangan ditolak mentah-mentah, ataupun diterima dengan mudah. Cek dahulu, pertimbangkan dahulu.

SESI TANYA JAWAB

1. Bagaimana menanggapi orang yang menanggapi kritikan tulisan kita sementara orang itu belum tentu benar? 

Jawaban:

Orang yang menanggapi apa yang kita kritik ya, Kak? Belum tentu benar, bukan berarti dia salah, 'kan? Biasanya akan ada perdebatan jika di antara keduanya memiliki ego yang tinggi dalam membenarkan anggapannya. Sikap yang seharusnya kita lakukan, dengarkan saja. Sesekali, kita bisa memberitahu kebenarannya, tetapi kalau dia masih saja keukeuh, biarkan saja. Jangan dibalas, apalagi sampai berdebat. Itu tidak akan ada ujungnya.

2. Jika kita di kritik namun sudah kita cek ada yang salah dalam tulisan atau tidak dan sudah mencoba mencari sisi baiknya namun tetep aja membuat kita enggak fokus nulis. Mikir nanti di kritik pedas lagi enggak ya ? nanti dapat di terima enggak ya? Pikiran itu selalu menghantui membuat kita jadi minder. Jadi gimana cara menangani nya kak ? Biar semangat nulis dan enggak minder lagi?

Jawaban:

Huft, ini memang seringkali dialami seorang penulis, ya. Tidak merasa percaya diri dengan karyanya, juga takut tulisannya dianggap jelek. Saran bisa ikut kelas kepenulisan Di sana, kita bisa mendapat kepercayaan diri yang lebih karena lingkungannya juga yang mendukung.

Sebagai seorang penulis, kita juga kudu belajar memahami PUEBI & KBBI. Hal ini bisa meminimalisir kesalahan dalam tulisan kita. Kalau agar tidak minder lagi, tanamkan pikiran yang selalu berpikir bahwa menulis itu adalah kebahagiaan bagi kita. Kenapa seperti itu? Karena jika kita menemukan suatu kebahagiaan, maka kebahagiaan itu akan terus menyertai kita, meskipun banyak orang yang mendatangkan kesedihan.

3. Bagaimana cara mengubah mindset kita agar tetap bisa merespon positif dari kritik yang sangat menyakitkan bahkan bisa merendahkan kita? Terkadang sangat sulit untuk hal itu dan dalam jangka panjang suka teringat dan menghambat dalam proses kita saat menulis.

Jawaban:

Dengan percaya bahwa setiap perkataan, perbuatan, dan pemikiran orang lain terhadap kita pasti ada hal yang membantu kita untuk bertumbuh. Kuncinya butuh kesabaran dan keikhlasan. Lagi pun, kita tidak bisa mengatur perkataan, perbuatan, dan pemikiran orang lain terhadap kita. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menyikapi dan mengatur diri kita saat menghadapi tiga perkataan, perbuatan, dan pemikiran orang lain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI