TUGAS MANAJEMEN OPERASIONAL DAN JAWABAN
Diketahui :
PT Nutri Milk merupanan produksi susu kemasan melalui proses terhadap produksi susu. Perbaikan yang di lakukan oleh manager yaitu :
Fokus terhadap antrian yang terjadi pada pengisian material susu ke dalam kemasan susu tersebut.
Rata – rata kedatagan produk adalah sebesar 4 unit / menit ( λ )
Rata –rata tingkat pelayanan produk sebesar 6 menit (μ)
Ditanya :
Tingkat intensitas fasilitas pelayanan ( P )
Jumlah unit rata –rata yang diharapkan dalam antrian ( Lq )
Jumlah unit rata – rata yang diharapkan dalam sisitem (Ls )
Waktu menunggu rata –rata yang diharapkan dalam antrian ( Wq)
Wakru menunggu rata – rata yang di harapkan dalam sistem ( Ws )
Probolitas Tidak terdapat pelayanan produk dalam sistem ( Po )
Jawab :
P = λ
μ
= 4
6
= 0. 666 / rasio
= 4 2
6 – ( 6 – 4 )
= 16
6 – 2
= 16
4
= 4 / unit
Ls = P
( 1- P )
= 4
( 1- 4 )
= - 1,333 / unit
Wq = λ
μ – ( μ – λ)
= 4
4 – (6- 4 )
= 4
4-2
= 2 / jam
Ws = Wq + 1
μ
= 2 + 1
4
= 2 + 0,25
= 2, 25 / jam
Po = [ 1- λ ]
μ
= 1 – 4
6
= 1 – ( 0,666)
= 0, 334 / frekuensi relatif
Diketahui :
Manajer perusahaan Nutri milk melakukan perbaikan terhadap proses pengemasan . perbaikan akan di lakukan oleh manager pada proses pengemasan tersebut. Ada 4 laporan yang didapat dari pekerja yang mengemas produk tersebut.
Rata –rata produk yang datang sebesar 36 kardus / jam.
Rata –rata tingkat pelayanan produk sebesar 4 menit / kardus.
Ditanya :
Tingkat intensitas fasilitas pelayanan ( P )
P = λ
μ
= 36
4
= 9 / rasio
Probolitas tidak ada pelanggan dalam sistem ( Po )
Ws = Wq + 1
μ
= 4 + 1
4
= 4, 25 / frekuensi relatif
Jumlah unit rata-rata yang diharapkan dalam antrian ( Lq )
= 36 2
(4- 36 )
=1.296
20
= - 648 / unit
Jumlah unit rata- rata yang di harapkan dalam sistem ( L)
( antrian dan fasilitas pelayanan )
L = p
λ
= 9
36
= -4
Waktu menunggu rata –rata yang diharapkan dalam antrian ( Wq )
Wq = λ
μ-( μ- λ )
= 36
4 -( 4- 36 )
= 36
36
= 1
Waktu rata- rata unit dalam antrian (W)g. Probolitas menunggu dalam antrian (Pw)
Po = [ 1- λ ]
μ
= ( 1- 36 )
4
= -8,75
Diketahui :
Perusahaan “ Tekadu “ menerima kontrak pembuatan barang sebesar 20 unit barang.
Perusahaan menetapkan harga kontrak sebesar Rp. 12.000 / unit
Dalam pengerjaan barang terdapat LC sebesar 90 % dari jam kerja langsug.
Produk 1 di butuhkan 840 Jam Kerja Langsung.
Ongkos tenaga kerja Rp. 3 / jam
Ongkos langsung lainnya di butuhkan Rp. 5.000 / unit produk.
S untuk LC = 90 % adalah 0,3499
Y = C Xs atau log Y = S log X + log C
Log Y = 0, 3499 log 20 + log 840
Log Y = 0,3499 (1,301) + log 840
Log Y = 0, 45521 + 2, 9428
Log Y = 3,39801 JKL / unit
Ditanya :
Apakah kebijakan harga tepat ?
Ongkos TKL = 3,39801 JKL / unit x Rp. 3 = Rp. 10.194
Ongkos ongkos lain = Rp. 5.000
Total biaya / unit = Rp. 15.194
Kebijakan sebesar Rp. 12.000 – Rp.15. 194 = - Rp. 3.194
Kebijakan harga kurang tepat sebab perusahaan mengalami kerugian.
Berapa laba / rugi perusahaan dengan harga tersebut
Perusahaan mengalami kerugian sebesar
20 x - Rp, 3.194 = -Rp. 63.880
Berapa keuntungan atau kerugian perusahaan bila menetapkan harga Rp. 7.000 / unit.
20 x ( Rp. 7.000 – Rp. 15.194 ) = Rp. -163.880
Berkaitan dengan Quality control, tolong jelaskan hal-hal berikut ini :
Mengapa diperlukan Quality Control dalam proses operasional perusahaan ?
Quality Control dalam proses operasional perusahaan di perlukan untuk memastikan bahwa produk yang dikirimkan ke pelanggan adalah bebas dari cacat dan dapat diterima sesuai dengan persyaratan kualitas yang di tentukan. Jika ditemukan produk yang cacat maka di perlukan tindakan perbaikan yang sesuai dengan prosedur.
Apa peranan penting Quality Control ?
Peranan Quality control yaitu :
Memperkenalkan QC
Hal-hal krusial dalam memperkenalkan yaitu :
Mengumumkan penerimaan program QC dari stakeholder penting di dalam perusahaan
Mengkomunikasikan kepada pihak yang mempunyai kekuatan di dalam perusahaan dan semua pihak terkait manfaat dari QC
Melakukan training kepada karyawan untuk memastikan program QC berjalan secara konsisten
Mendengarkan Konsumen
Konsep penting dari QC adalah mendengarkan konsumen ”the voice of the customer” (the VOC)
Pada dasarnya konsumen menginginkan tiga hal “better, faster, and cheaper” . Dalam kenyataannya konsumen tidak akan dapat ketiga-tiganya, maka kita harus mengidentifikasi apa yang terpenting dari ketiga hal tersebut bagi konsumen.
Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi keinginan konsumen yaitu :
Kuesioner
wawancara langsung
ulasan complain
membentuk fokus group
mengulas pola-pola pembelian
mewawancara petugas lapangan
mengambil ide dari competitor
menggunakan sistem CRM (Customer Relationship Management)
Mengukur Tingkat Quality
Sebuah istilah manajemen “You can’t manage what you can’t measure” sangat relevan dalam dunia QC.
Sistem perhitungan yang baik membantu kita untuk mengetahui apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan
Konsumen khususnya mensyaratkan produsen untuk mengukur kesesuaian produk atau pelayanan dengan keinginan konsumen
Tugas QC adalah menetukan apa yang harus diukur, bagaimana caranya mengukur dan kapan harus diukur. Training karyawan sangat penting untuk memastikan bahwa setiap orang yang terlibat dalam proses mengukur hal-hal tertentu dengan cara yang sama.
Mengevaluasi Tingkat Quality
Cara yang paling umum dilakukan untuk menganalisis data yang dikumpulkan adalah dengan menggunakan statistic. Statistik juga dapat mengidentikasi variasi kecil pada proses yang akan menjadi masalah besar jika tidak dilakukan tindakan korektif.
Apa yang dimaksud dengan Statistically Quality Control (SQC)
Statistical Quality Control (pengendalian kualitas statistik) adalah alat bantu / pengontrol perusahaan yang digunakan untuk mendaptkan solusi –solusi penting yang harus dilakukan perusahaan dikemudiaan hari agar perusahaan dapat bertahan hidup.
Pengujian statistik diperlukan untuk menyelesaikan masalah seperti ini, dan dalam Statistical Quality Control teknik-teknik tersebut diaplikasikan guna memeriksa dan menguji data untuk menentukan standar dan mengecek kesesuaian produk, untuk mencapai operasi manufaktur yang maksimum, dan biasanya menghasilkan biaya kualitas yang lebih rendah dan menaikkkan tingkat posisi kompetitif.
Jelaskan tahap-tahap SQC
Tahap –tahap SQC yaitu :
Tahap awal
Tahapan awal adalah untuk mengesahkan desain produk yang diinginkan oleh konsumen sehingga dapat diketahui apakah syarat-syarat yang di kehendaki sudah terpenuhi atau masih perlu ada perbaikan.
Tahap menengah
Tahap ini terjadi pada saat pengembangan dan pengujian tingkat desain produk, pada tahap ini perlu juga dilakukan pengecekan kembali terhadap syarat-syarat tingkatan kualitas yang harus dipenuhi jika perlu mengadakan perbaikian.
Tahap akhir
Spesifikasi telah dapat di temukan karena produk awal telah diuji dan dianalisis, sehingga jika ada perubahan desain perubahan tersebut tidak begitu berarti sehingga rencana produksi tidak mengalami perubahan.
Berikan contoh diagram SQC dan penjelasannya
Diagram Pareto
Diagram pareto menunjukan kombinasi dua macam bentuk grafis yaitu grafis garis dan grafik kolom. 2 grafis tersebut berguna untuk :
Menunjukkan masalah utama / pokok maslah
Menyatakan perbandingan masing –masing masalah terhadap keseluruhan.
Menunjukan perbandingan masalah sebelum dan sesudah perbaikan.
Contoh gambar diagram Pareto
Diagram sebab akibat
Diagram sebab atau akibat yang bisa di sebut juga “ grafik tulang ikan “ yaitu grafik yang menunjukkan sebab akibat yang berguna untuk mencari atau menganalisis sebab – sebab timbulnya masalah sehingga memudahkan cara mengatasinya.
Penggunaan analisis sebab akibat untuk :
Mengenal penyebab yang penting
Memahami semua akibat dan penyebab
Membandingkan prosedur kerja
Menemukan pemecahan yang tepat
Memecahkan hal apa yang harus dilakukan
Mengembangkan proses
Contoh diagram tulang ikan
Diagram Histrogram
Diagram histrogram adalah bentuk fari grafik kolom yang memperlihatkan distribusi yang di peroleh bila mana data dalam bentuk angka yang telah terkumpul. Meski suatu histrogram dibuat besarkan data sampel, namun tujuan nya adalah untuk memberikan saran mengenai kemungkinan distribusi keseluruh data ( populasi ) yang contoh datanya diambil.
Nilai dari perubahan berkesinambungan ( kontinu) dalam histrogram digambarkan pada sumbu datar yang dibagi dalam sel atau kelas yang mempunyai ukuran sama.
Histrogram juga di pakai untuk menentukan masalah dengan melihat bentuk dan sifat disperse dan nilai rata-rata.
Contoh histrogram
Komentar
Posting Komentar