ARTI DAN MAKNA TENTANG SCIENTIA

 

BAGIAN I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Scientia dalam bahasa latin yaitu pengetahuan. Dimana dalam arti pengetahuan di jelaskan science ( bahasa Inggris ) adalah ilmu . Selain itu Scientia dalam sifat dan karakter melambangkan pesona dan karisma serta seseorang yang bergaya glamor dan ingin menjadi pusat perhatian ( mencari sensasi ).  Hal- hal yang menunjukan sifat dengan tipe gagasan dan acara serta bekerja keras untuk mewujudkannya, memiliki rasa pemimpi, tulus,semangat dan mudah untuk jatuh cinta seperti politisi,actor atau model yang professional dan hebat.

Kata dari scienta memiliki gambaran yang luas sebab secara umum berarti ilmu dan secara agama menurut kepercayaan agama Nasrani  yaitu ilmu yang menunjukkan bahwa seharusnya aspek kearifan jauh lebih penting dalam ilmu pengetahuan dari pada aspek teknologi, yang menjadi ciri khas utama ilmu pengetahuan modern.

Selain itu juga agama menunjukkan keberagaman yang membutuhkan kajian-kajian lebih lanjut dan mendalam mengenai ajaran agama yang menunjukkan perkembagan baru tidak terlepas dari munculnya kesadaran historis di kalangan intelektual terutama untuk Muslim terhadap kontribusi Islam bagi kemajuan ilmu pengetahuan Barat, kendati pun seringkali tidak diakui ilmuwan Barat.

Walau di tentang oleh masyarakat ilmuan barat karena tidak sesuai dengan ajaran agama Muslim. Tetapi sains lah yang membuat manusia saat ini berada dalam masa keajaiban dimana bisa berhasil mendirikan bangunan dengan berkilo-kilometer tingginya yang hampir saja mencakar langit dan menembus awan serta kekuatan itulah yang diraihnya dengan pengetahuan             ( sains ) Scienta.

Selain manfaat, tujuan dan asal usulnya, scienta bila disalah gunakan dapat memberikan efek negative dalam  pengetahuan atau ilmu yang merugikan satu sama lain sehingga munculnya kekerasan atau hal-hal yang menyesatkan.  Tetapi tanpa adanya pengetahuan ( scienta ) manusia juga tidak dapat berkembang secara maju dan modern sebab manusia memiliki akal budi dan pikiran sebagai sumber utama untuk mengeksplor dunia secara jauh dan luas.

Maka dengan latar belakang tersebut penulis ingin mendalami makna tentang arti scienta dalam sains ( pengetahuan ) yang sesuai dengan ajaran agama yang baik dan benar.

B.     Rumusan Masalah

Bedasarkan latar belakang di atas, maka dapat di sajikan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana Scienta ( pengetahuan ) sesuai dengan agama

2.      Bagaimana cara menerapkan scientia dalam kehidupan bersosial

C.    Tujuan

Bedasarkan rumusan masalah di atas, maka terdapat beberapa   tujuan  yaitu 

1.         Untuk mengetahui Scienta ( pengetahuan ) sesuai dengan agama

2.         Untuk mengetahui cara menerapkan scientia dalam kehidupan bersosial.

D.    Manfaat

Bedasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, diharapkan mempunyai manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Adapun manfaat nya  sebagai berikut :

1.         Bisa mengetahui Scienta ( pengetahuan ) sesuai dengan agama

2.         Bisa mengetahui cara menerapkan scientia dalam kehidupan bersosial.

BAGIAN II

PEMBAHASAN

A.    Cara mengetahui Scienta ( pengetahuan ) sesuai dengan agama

 

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan sesuai dengan citra dan rahmat-Nya, setiap manusia memiliki ciri khas tersendiri terutama dalam pengetahuan yang di ketahui sejak mulai Taman Bermain ( TK ) atau mulai sekolah dasar ( SD ).

Seorang yang beriman kepada Tuhan dan memiliki agama belum tentu dapat membawa kepercayaannya dengan baik dan benar. Karena setiap manusia memiliki kelemahan dan kekuatannya tersendiri. Kelemahan manusia yaitu mudah terjerumus dalam dosa, karena melakukan hal apapun itu asalkan semua dapat terselesaikan dengan cepat dan mendapatkan uang serta  kekuatannya memiliki akal dan budi dari makhluk hidup yang ada didunia ini selain  hewan serta tumbuhan.

Contoh manusia di ciptakan dengan memiliki ras, budaya dan akal budi sesuai dengan norma dan aturan yang di taati dan menjalankannya sesuai dengan agama yang di anut. Selain itu Scienta ( pengetahuan ) juga di ajarkan dengan cara cinta kasih terhadap kepercayaan masing-masing.

Hal ini di buktikan dengan Scienta ( pengetahuan ) selalu di bagikan dalam ajaran agama salah satunya dengan di dapat bahwa sebenarnya banyak larangan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan walau sama-sama manusia tetapi harus memperhatikan aturan agama sebagai panutan semua.

Selain dengan cara tersebut kita harus mengikuti sesuai aturan yang berlaku dalam agama dan menaati pengetahuan tersebut dengan baik dan benar sehingga memiliki moral sebagai kunci utama dalam menjalankan scienta ( pengetahuan ). Sebab bilamana mengerti ilmu ( scienta ) pengetahuan tetapi tidak mengerti moral atau pendidikan maka semua akan terbuang sia-sia akibat moral merupakan etika yang harus di miliki sebagai sadar diri kita terhadap sesama ( sopan santun ) panutan.

Pengetahuan saat ini sangatlah luas sebab bisa di akses dari mana dan kapan saja baik dari internet ( google ), situs website ataupun melalui film atau video yang tersedia di youtube. Hal ini terjadi karena adanya kemajuan media sosial dan mulai nya pertumbuhan teknologi sehingga kita sebagai umat manusia bisa saling membantu sesame salah satunya dengan adanya covid 19, misa di jadwalkan melalui online dan bisa diikuti secara bersama-sama sehingga tanpa kita sadari menjadikan pengetahuan yang dulu harus ke gereja sekarang bisa melalui aplikasi zoom metting. 

B.     Cara Menerapkan Scientia dalam Kehidupan sosial

Dalam menerapkan Scientia dalam kehidupan sosial, makhluk sosial yang memiliki status sosial yang hidup di tengah masyarakat pasti di temukan oleh permasalahan-masalahan yang mungkin mudah untuk di selesaikan dan ada juga yang sukar untuk di jelaskan. Sehingga persepsi sesama manusia bisa saling berbeda.

Hal ini terjadi sebab kemampuan seseorang berbeda-beda sehingga manusia memiliki ciri khas tersendiri dan ada juga yang terkesan instant akibat memiliki kemampuan yang mungkin sebelumnya tidak terbayangkan. Selain itu sainslah yang membuat manusia mulai menemukan bahwa dirinya memiliki potensi  tak terkira besarnya ( tidak dapat di hitung ). Sebab ilmu           ( pengetahuan sangatlah luas dan lebar ).

Maka sebagai makhluk berkehidupan sosial kita dalam menerapkan scienta ( pengetahuan ) harus bisa menjalankan kemajuan pesat seperti ilmuan August Conte ( 1798-1857 ) yang mengatakan bahwa kesimpulan manusia mengalami fase perubahan dalam perjalanan sejarah membawa Conte meyakini masyarakat bisa berkembang dari tahap teologis menjadi tahap metafisis dan akhirnya terjadi positivistic atau saintifk.

Dalam penjelasan tahap teologis manusia diharapkan menjadi manusia yang harus berpegang pada agama atau keyakinan dan hal-hal pada kehidupan sosial yang ghaib ( tertenu ) dan belum bisa mampu menjawab pertanyaan yang ada dalam menyangkut alam dan realitas serta kehidupan.

Selain itu juga tahap teologis menurut Comte, manusia masih harus mengalami perkembangan dari kepercayaan bahwa benda-benda di alam memiliki jiwa (animisme) kepada keyakinan bahwa ada dewa-dewa yang mengatur kekuatan alam (politeisme) menjadi keyakinan pada adanya satu Tuhan (monoteisme).

Kemudian setelah manusia semakin menggunakan nalarnya atau pikirannya , maka mereka mulai mencari jawaban atas berbagai pertanyaan dengan berspekulasi mencari hal-hal metafisik tanpa merujuk pada kepercayaan tertentu untuk menjelaskan realitas; Ini adalah tahap metafisis suatu transisi dari tahap teologis.

Hal ini di lakukan sebab Tuhan masih di anut atau di yakini sebagai abstrak hasil pemikiran manusia secara arti pengetahuan dan mampu menjawab pertanyaan manusia melalui metoda saintifik yang empiric (positivistic) dimana manusia memasuki tahapan paling maju dan menunjukkan krisis agama ini berlangsung karena arus sekularisasi yang berkembang pada masa itu

Demikian fenomena yang sama terjadi di lembaga pendidikan di Inggris yang melarang pengajaran teori penciptaan (creationism) sebagai alternatif bagi teori evolusi. Tidak  heran jika ada sarjana di dalam negeri yang nota bene hidup dan didik dalam atmosfer keilmuan Barat memiliki kerangka-kerja (framework) yang sama, yakni agama harus dilepaskan dari pengajaran sains sama sekali, dengan alasan bahwa keduanya tidak memiliki kaitan atau bahkan dianggap berlawanan arah sehingga agama tidak bisa di samakan dengan ajaran sains ( ilmuan ) yang cenderung mengarah pada praktek dan hasil kesimpulan sebuah penelitian.

BAGIAN III

KESIMPULAN

Bedasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan :

1.      Seorang yang beriman kepada Tuhan dan memiliki agama belum tentu dapat membawa kepercayaannya dengan baik dan benar. Karena setiap manusia memiliki kelemahan dan kekuatannya tersendiri. Kelemahan manusia yaitu mudah terjerumus dalam dosa, karena melakukan hal apapun itu asalkan semua dapat terselesaikan dengan cepat dan mendapatkan uang serta  kekuatannya memiliki akal dan budi dari makhluk hidup yang ada didunia ini selain  hewan serta tumbuhan.

2.      Scientia dalam bahasa latin yaitu pengetahuan. Dimana dalam arti pengetahuan di jelaskan science ( bahasa Inggris ) adalah ilmu . Scientia dalam sifat dan karakter melambangkan pesona dan kharisma seseorang yang bergaya glamor dan ingin menjadi pusat perhatian ( mencari sensasi ). 

3.      Hal- hal yang menunjukan sifat dengan tipe gagasan dan acara serta bekerja keras untuk mewujudkannya, memiliki rasa pemimpi, tulus,semangat dan mudah untuk jatuh cinta seperti politisi,actor atau model yang professional dan hebat.

BAGIAN I

SARAN

Berdasarkan dari pembahasan diatas maka dapat disarankan :

1.            Bila arti dalam pengertian Scienta yang diberlakukan kepada para masyarakat belum negitu jelas dan sesuai maka kita harus bisa belajar lebih mendalam untuk mengetahui apa arti dari Scienta.

2.            Tuhan di yakini sebagai abstrak hasil pemikiran manusia secara arti pengetahuan dan mampu menjawab pertanyaan manusia melalui metoda saintifik yang empiric (positivistic) dimana manusia memasuki tahapan paling maju dan menunjukkan krisis agama ini berlangsung karena arus sekularisasi yang berkembang pada masa itu sehingga Tuhan harus di hormati dan di ingat oleh ajaran- ajaran agama yang mulai kita terima sejak TK hingga sekarang.

3.                 Dalam mengajarkan cinta kasih, ( TK sampai Kuliah ) menurut   Scienta / pengetahuan, kita sebagai mahluk yang memiliki jiwa dan raga harus bisa saling berbagi dengan keadaan apapun itu baik suka dan duka . sebab selama kita saling berbagi pengetahuan maka hidup kita selalu dalam penuhnya cinta kasih.

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?