LABORA DALAM KEHIDUPAN


BAGIAN  I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Manusia sebagai makhluk hidup yang di ciptakan oleh Tuhan mempunyai citra dan rupa dari Allah sendiri. Sebab manusia yang di ciptakan oleh Allah memiliki keunikan, ciri khas dan kekurangan serta kelebihannya. Tujuan manusia di ciptakan untuk memenuhi alam semesta dengan bernyawa serta hidup manusia sangat berpengaruh pada martabat manusia, diluar segala perhitungan manusia itu sendiri.

Tujuan manusia hidup pada intinya bersifat transdental.  Dimana bersifat Ilahi dan mengatasi segala-galanya. Selain itu artinya memenuhi kerinduan manusia untuk mencapai kesempurnaan dalam segala-galanya, yaitu suatu kebahagiaan abadi berupa kehidupan kekal, hidup berbahagia bersama Allah Bapa di surga ( Yohanes, 17:1-3 ; 1 Yohanes 3:2, 1 Korintus 2 : 9 ).

Maka dengan manusia ada di permukaan bumi, kita juga harus menaati dengan melakukan kegiatan seperti kewajiban dan tujuan kita “ apa rancangan hidup dalam melewati hari-hari selama di beri nafas kehidupan “ . Manusia memiliki talenta, bakat dan dengan ini bisa bekerja dan bersekolah.

Dalam pembahasan ini, Arti bekerja dalam bahasa latin  yaitu laborem. Bekerja merupakan hal yang identik di lakukan setiap hari oleh manusia untuk mendapatkan upah atau gaji. Namun dalam agama Katolik bekerja bukan sebatas itu aja. Melainkan bekerja juga harus sesuai dengan jaran agama dan bagaimana cara kita bekerja sesuai dengan iman, karakter dan citra kita sebagai manusia.

B.     Rumusan Masalah

Bedasarkan latar belakang di atas, maka dapat di sajikan rumusan masalah yaitu bagaiamana cara kita mengimani Tuhan dengan Labora dalam kehidupan sehari-hari.

C.    Tujuan

    Bedasarkan rumusan masalah di atas, maka terdapat tujuan  yaitu untuk mengetahui cara kita mengimaniTuhan dengan Labora dalam keidupan sehari-hari. 

D.    Manfaat

1. Bedasarkan tujuan penelitian yang ingin dicapai, diharapkan mempunyai manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Adapun manfaat nya  yaitu bisa mengetahui cara kita mengimani Tuhan dengan Labora dalam kehidupan sehari-hari.

BAGIAN II

PEMBAHASAN 

A.    Cara mengimani Tuhan dengan Labora dalam kehidupan

Labora dalam artian bekerja , merupakan suatu hal atau aktivitas yang kita lakukan di saat waktu atau saat ini berjalan. Selain itu kerja dapat merujuk kepada kerja secara mekanik dimana jumlah energy yang di akibatkan oleh adanya gaya yang bekerja sepanjang lintasan tertentu, kerja ( termodimanika ), jumlah energy yang di transfer oleh sebuah sistem ke sistem lainnnya ( Wikipedia Kerja ).

Dalam hal ini labora memberikan gambaran pekerjaan yang kita kerjakan meruapakn sebagian dari iman. Dimana bila kita mengimani dan menghargai waktu maka hidup tidak sia-sia dengan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan, ciri khas kita serta talenta. Manusia dalam artiannya merupakan puncak dari seluruh ciptaan Allah. Kepada manusia di berikan  martabat yang luhur dan kuasa untuk mengatur dan menata segala ciptaan-Nya. Keseluhuran martabat manusia diberikan oleh Allah dengan maksud, tujuan yang luhur dan mulia.

Ada beberapa panggilan tugas perutusan manusia yang terkandung didalamnya. Hal  ini, membuat  orang mengatakan bahwa hidup adalah rahmat, panggilan dan perutusan. Pernyataan ini mencoba untuk memberikan fakta “ bagaimana posisi manusia dalam karya penyelenggaraan Ilahi “.

Dalam kelahiran manusia di muka bumi pasti didapatkannya juga rahmat dalam dirinya dengan labora saat bertumbuhnya menjadi manusia yang mengimani Tuhan sebagai panutan. Panutan dari Tuhan Alah adalah rahmat yang membuat manusia hadir dalam identitasnya yang sangat personal, dalam segala keunikannya.

Di setiap kelahiran manusia, menurut cara apa pun, termasuk yang disebut sebagai kehamilan yang tidak diinginkan, di sana ada kehendak Ilahi. Tanpa kehendak Ilahi, kelahiran takkan terjadi. Jadi, bukan karena kebetulan seseorang terlahir dari pasangan ayah dan ibunya. Dan dengan ini membuat kita harus bisa bekerja dalam kehidupan mengimani Tuhan sebagai pecipta manusia yang di lahirkan, di panggil untuk ikut serta dalam karya yang telah di sediakan.

Tidak ada yang mustahil,  tidak terkecuali dan tidak di pandang dari mana asalnya, apa saja kelebihan dan kekurangan dalam kehidupannya namun sebagai makhluk hidup bisa bekerja menurut citra Allah adalah hal yang luar biasa.

Maka dengan ini cara kita mengimani Tuhan dengan labora dalam kehidupan yaitu patut akan perintah Nya, dimana perintah Tuhan selalu ada dalam kehidupan dengan pekerjaan yang ada, memuji dan memuliakan nama Tuhan di saat kita sedang bersedih dan bergembira dalam menjalankan pekrjaan dengan bekerja dan selalu mengandalkan Tuhan di saat mengalami kegagalan dalam bekerja. Sebab Tuhan adalah penyelamat hidup kita di dunia hingga ajal menjemput. Dan bilamana kita hanya terdiam dan tak melakukan labora ( bekerja ) maka hidup kita akan sia-sia .

BAGIAN III

KESIMPULAN

Bedasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan :

1.      Semua apa yang kita kerjakan tergantung dan kembali lagi kepada diri masing-masing.  Dimana kita sudah labora ( bekerja ) dengan sepenuh hati namun tanpa adanya ke ikhlassan serta tanggung jawab maka berakhir dengan penyesalan dan hasil yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan.

2.      Labora ( bekerja ) tidak hanya dengan berharap pekerjaan cepat selesai bila sudah di kerjakan  melainkan dengan niat dan menunjukan atau melaksanakan dengan menaati senantiasa berbahagia saat bekerja,  sehingga labora ( bekerja ) bisa kita gunakan sebagai bentuk iman akan kasih dan rasa tanggung jawab melakukan aktivitas kita sebagai makhluk hidup yang memiliki akal dan budi.

BAGIAN IV

SARAN

Berdasarkan dari pembahasan diatas maka dapat disarankan :

1.                  Semua pembahasan di atas merupakan hasil rangkuman dari pengertian, tujuan dan manfaat dari kata “ Labora “ yang di ketahui oleh penulis sehingga masih banyak kekurangan.

2.                  Semoga penulisan dan makna “ labora” yang di ketahui penulis sesuai dengan yang di imani dan di ajarkan oleh Tuhan untuk kehidupan yang lebih baik.

                *Tulisan ini merupakan tugas kuliah. di simpan di blog ini sebagai catatan kuliah untuk menambah pengetahuan pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MERANGKAI DIKSI DI MALAM SUNYI : MELUKIS JEJAK DI BALIK TIRAI KETERBATASAN

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

TERJEBAK DALAM PERGEMULUTAN HIDUP?