LAEDERSHIP DISRUPTION
Tugas Kuliah tentang Covid'19
Pemateri : Romo Greg Nugroho, Ph. D.
Tempat, Hari dan tanggal : Zoom
metting, 30 Maret 2021
Hasil Resume:
1. Menjadi pemimpin yang handal di tengah kondisi seperti pandemic covid ’19 yaitu minimal mau mendengarkan apa keluh kesahnya anggota dalam organisasi yang dirasakan. Sebab menjadi seorang pemimpin bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk kebutuhan bersama.
2. Bilamana kita ingin menjadi pemimpin yang perlu dilakukan yaitu mencoba untuk bisa memimpin tubuh atau jiwa dan raga kita sendiri sebelum mencoba memimpin sebuah organisasi. Sebab bilamana kita gagal dan tidak mampu untuk memimpin dari niat dan kebutuhan kita sendiri maka secara otomatis belum bisa menjadi pemimpin organisasi dimana banyak pemikiran, saran dan kritikan. ( semua di mulai dari sendiri ).
3, Banyak orang belajar menjadi pemimpin untuk tujuan yang mungkin positif da nada juga dengan tujuan negative. Dimana bila positif ingin memberikan inspirasi, memimpin agar suatu organisasi tersebut dapat terstukur dengan visi dan misi atau tujuan yang jelas agar tercapainya atau terwujud semua program kerjanya. Dan untuk tujuan negatif mungkin ingin menunjukkan kesombongan atau sebagai sebuah kabanggaan secara pribadi.
4. Mengikuti dan memahami apa yang orang inginkan merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan hidup. Dimana dengan ini kita sebagai seorang entrepreneur juga bisa membuat hal tersebut sebagai peluang untuk keberhasilan dan kemajuan dengan terus berkembang dan kesahjetaan.
5. Semakin maju dunia teknologi dengan munculnya media sosial membuat banyak informasi dapat di akses dengan cepat sehingga kadang ada hoax atau berita bohong yang menyebar secara luas membuat bingung dan pusing untuk bisa mefasilitasi kebutuhan semacam investasi khusus agar tidak tertipu.
6. Menjadi seorang yang memiliki jiwa kepemimpinan apalagi bisa memimpin masyarakat atau anggotanya merupakan hal yang menjadi penting sekaligus harapan banyak manusia di tengah massa krisis datang. Sebab banyak orang berpikir menjadi seorang yang bisa memimpin organisasi merupakan hal yang di anggap baik apalagi bijak dan dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
7. Banyak kesalahan dari para pemimpin dimana meniru gaya orang lain yang mungkin (copy paste style leadership “ berhasil di mata mereka. Sebab dengan cara ini hanya menguntungkan dan pendapatan dalam jangka pendek ( awalannya sangat menarik untuk di raih atau di dapatkan ) namun seiringnya waktu berjalan semakin banyak cara tersebut di gunakan padahal cara tersebut sangatlah cara yang salah ( kekeliruan ).
8. Jebakan kepentingan jangka pendek dan imitasi memang tidak mudah untuk diselesaikan. Dan Model kepemimpinan utilitarian ( mementingkan nilai manfaat ) juga tidak 100 % tidaklah salah. Fokus mereka cenderung pada keberhasilan, keuntungan, high performance meets high standard, efisiensi, goal oriented, government regulation orientation . namun justru dengan hanya menguatkan hal semacam itu: mereka mengalami lack of nobility atau mengalami kehilangan keluhuran. Sebab pada giliran lembaga semacam ini menjadi sangat profane ( memikirkan hal duniawi ) dan materialistic ( kering dan mekanisme belaka ) bukan memikirkan massa depan.
9. Seharusnya menjadi seorang pemimpin yang berkarakter yang tepat dan benar yaitu bisa mengagendakan usaha untuk memenuhi sebuah harapan kemanusian seperti hal –hal yang sering terjadi kekosongan visi yang membuat mekansitis selalu di hindari dalam kepemimpinan.
10. Menjadi sorang pemimpin ( leadership ) yang handal selain pintar secara essential ( kepemimpinan dalam krisis persoalan yang berulang-ulang) harus bisa juga menjadi leadership yang potential ( peluang kepemimpinan ) menemukan peluang saat krisis tersebut sedang berlangsung. Dan adanya leadership transformantional ( tidak hanya sekedar bertahan tetapi bisa semakin berkembang. ).
11. Menjadi hidup yang transformative adalah roh kepemimpinan yang terus berkembang. Kehidupan yang sangat luas ini adalah rahmat terbesar yang diterima oleh manusia pemimpin. Sebab bila kita memiliki jiwa pemimpin namun tidak bisa mengembangkan kesempatan tersebut merupakan hal yang mengecewakan apalagi mengambil tanggung jawab yang besar namun tidak bisa mengkoordinasikan antara satu anggota dengan yang lain atau membuat kejahatan dengan pemikiran keuntungan.
12. Pemimpin yang mengelola saat terjadinya krisis atau di tengah krisis tersebut terjadi salah satunya covid ’19 yang telah berjalan kurang lebih 1 tahun membuat pemimpin harus bisa loyalitas. Dimana dalam hal ini loyalitas jauh berbeda dengan orientasi produk. Sebab loyalitas bukan sekedar program dengan kesetiaan atau perasaan. Loyalitas secara personal juga memiliki arti dimana bisa rela menerima keadaan yang mungkin menimbulkan perselisihan, ketidak nyamanan untuk terus menerus dan menjalankan hal tersebut salah satunya dalam dunia berbisnis.
15. Dalam perencaan strategis juga tidak mudah untu di
lakukan sebab banyak membutuhkan usaha dan kolaborasu serta kerja keras
benar-benar perjalanan yang melelahkan namun mengembirakan bilamana kita dapat
mencapainya dengan baik dan benar sesuai planning ( perencanaan ).
16. Transformasi
kepemimpinan menurut (Ken Robinson & Lou Aronica, 2015) harus menggambarkan
tiga agenda kegiatan penting yaitu seperti Ruang untuk inovasi;, Kekuatan kepemimpinan
visioner yang mempengaruhi perubahan, Menciptakan kondisi di tempat kita berada
bahwa manusia berkembang dan mampu memberikan yang terbaik bagi dirinya. serta
peran pemimpin adalah mempersatukan antara para pemangku kepentingan dapat
bekerja sama.
17. Salah
satu cara agar kita bisa mengertahui apakah kita bisa di katakan sebagai
seorang pemimpin yang bijak, bisa di andalkan banyak orang serta bertanggung
jawab minimal kita memiliki kemampuan untuk bisa mempelajari dari dalam diri
kita sendiri seperti melakukan observasi kepada hati dan jiwa kita. Bilamana di
rasa cukup dan dengan banyaknya pengalaman maka membuat diri kita mampu untuk
menghadapai semua permasalahan yang timbul tanpa harus “ over thingking and emosional”.
18. Sebab
bilaman suka emosional membuat anggota atau publik merasakan ketidak nyamanan
yang membuat publik juga terselimuti oleh emosi yang secara terus dapat
memberikan kegagalan akan jiwa kepemimpinan kita. Dengan sering munculnya permasalahn membuat pandangan
orang lain kita di rasa gagal menjadi pemimpin yang di harapkan.
19. Kesehatan dalam komunitas sangatlah penting. Sebab
bilamana dalam komunitas atau organisasi komunikasi tidak berjalan dengan baik
atau sesuai prosedur maka dapat menimbulkan perselisishan dan memicu “
pesimisme” dan perassaan yang menunjukkan sifat egois, dan kehilangaan arah
untuk tujuan bersama.
20. Di dalam keidupan banyak jug kejadian silih berganti
dimana menjadi seorang pemimpin harus bisa menguasai diri sebab tidak ada dunia
yang benar-benar aman dan nyaman dalam artian bebas dari masalah dan tantangan.
Maka kita harus bisa juga memiliki peranan untuk memungkinkan dan memberdayakan
siapapun yang menjadi bagian dari komunitas organisasi yang berpengaruh untuk
mengubah dan memperbarui keterampilan diri kita bilamana di rasa harus bisa
transformasi seperti dari era generasi dulu hingga ke generasi peran Z.
Komentar
Posting Komentar