Postingan

TIPS CARA MENULIS PUISI YANG BAIK

Seringkali orang bertanya bagaimana cara menulis puisi yang baik? Tentu tidak mudah saya menjawabnya. Bagi saya tidak ada teori menulis puisi, atau tidak ada resep menulis puisi. Untuk menjawab pertanyaan itu saya akan membagikan pengalaman saya. Gimana Sih Cara Bikin Puisi yang Nggak Basi? Lihat Triknya dari Puisi Lain! Jangan Cuma Mengeluh, tapi Bikin "Foto" Pakai Kata-Kata! Maksudnya: Daripada cuma bilang "saya lagi bete," coba deh saya gambarin bete itu kayak gimana. Bikin yang baca bisa ngerasain apa yang saya rasain, bukan cuma mengerti saja. Analogi: Kayak lagi bikin status WA. Daripada cuma nulis "mood lagi nggak enak," mending saya fotoin langit mendung sambil dengerin lagu sendu, kan lebih kena? Nah, di puisi juga gitu, tapi medianya kata-kata. Satukan Isi Hati dengan Hal-Hal di Sekitar! Maksudnya: Lihat lampu merah kelamaan, dengerin suara bisik, ngalamin Wi-Fi lemot? Jangan cuma saya diemin. Coba deh saya jadiin itu "jembata...

100 KATA BARU BAHASA INDONESIA DARI ISTILAH ASING KEKINIAN

Sebagai orang terjun didunia kepenulisan, kita perlu mengetahui kata kata trend. _(Khususnya bagi penulis, penulis cerita, konseptor, jurnalis, pemerhati bahasa, penerjemah)_ 1. Metaverse: Metamesta 2. Marketplace: Lokapasar 3. Mouse: Tetikus 4. Netizen: Warganet 5. Network: Jaringan / Jejaring 6. Offline: Luring 7. Online: Daring 8. Outlook: Pandangan / Harapan 9. Password: Kata Sandi 10. Podcast: Siniar 11. Press Conference: Taklimat Media  12. Press release: Siaran Pers 13. QR code: Kode Respons Cepat 14. Screenshot: Tangkapan Layar 15. Slide: Salindia 16. Story Board: Papan Cerita 17. Stunting: Tengkes 18. Upload: Unggah 19. Username: Nama Pengguna 20. Virtual reality: Realitas Virtual 21. Websites: Situs Web 22. Wireless: Nirkabel 23. Hack: Retas 24. Branding: Jenama 25. Browser: Peramban 26. Caption: Takarir 27. Buzzer: Pendengung 28. Conference call: Panggilan Konferensi 29. Content creator: Kreator Konten 30. Door prize: Hadiah Lawang 31. Download: Unduh 32. Drive-thru: La...

Mengapa Tatika Menjadi Mirip Puisi?

Tak mudah memang menulis cerita hanya dalam format 3 kalimat. Walaupun hanya 3 kalimat, tatika tetap harus memiliki elemen narasi yang meliputi tokoh, alur, dan tema yang secara berkelindan mendukung atau membangun tema. Jika tidak cermat menulis, tatika bisa tergelincir menjadi monolog atau menjadi puisi. Lebih-lebih jika tatika itu memakai sudut pandang orang pertama, ‘aku’ sebagai pencerita. Perhatikan contoh berikut ini. Ritul Idha Djarwati SEBUNGKUS NASI BAU BAJUMU Kadang geli aku melihat tingkahmu yang aneh itu. Bagaimana tidak.... kamu berkoar-koar tentang kejujuran, jangan makan nasi bungkus itu...itu bukan hakmu. Eh....ternyata dari sekian nasi bungkus yang ada, kamu sembunyikan satu dibalik bajumu. Tatika “Sebungkus Nasi Bau Bajumu” tersebut tidak memenuhi syarat cerita. Tak ada alur maupun latar. Tokoh pun tidak berfungsi menggerakkan alur. Tatika tersebut merupakan monolog, ‘aku’ bertutur kepada pembaca. Mari kita sunting tatika tersebut. Hasilnya seperti berikut. SEBUNGKUS...

LARIK WAKTU : LEBIH DARI SEKEDAR PUISI

Gambar
Pernahkah Anda merasakan getaran kehidupan yang begitu kuat hingga ingin mengabadikannya dalam kata-kata? Sebuah perjalanan panjang yang penuh liku, diwarnai suka cita dan getirnya kenyataan? Jika ya, maka izinkan saya memperkenalkan Anda pada sebuah karya yang lahir dari perenungan mendalam dan semangat yang tak pernah padam: "Larik Waktu" Gambar: Cover Depan Informasi Buku: Judul Buku: Larik Waktu Penulis Puisi Penulis: Imaculata Budi Setyawati, S.M. Penerbit:  CV Jejak, anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Nomor ISBN: 978-634-229-054-5 (Cetak) 978-634-229-055-2 (PDF) ; Edisi Digital, 2025 Editor: R. Fitria Harini  Penata Letak: Tim CV Jejak  Desain Sampul: MeditationArt  Jumlah Halaman: x + 197 halaman  Ukuran Buku: 14 x 20 cm  Gambar: Cover Belakang Buku puisi ini bukan sekadar kumpulan bait indah. Di setiap lembarnya terukir jejak-jejak pengalaman, refleksi atas badai kehidupan, dan kekayaan budaya yang membentuk penulisnya. Dengan bera...

TITIK KOMA DI TENGAH BADAI GROUP LANGKAH

Gambar
Mentari pagi menyentuh lembut tirai kamar Nefal. Di tangannya tergenggam ponsel, menampilkan percakapan grup komunitas penyakit langkah. Nefal menghela napas, membaca rentetan pesan yang terasa berat dan penuh emosi. Awalnya, Gina, seorang anggota grup, bertanya mengapa grup terasa sepi. Jane membalas dengan kabar kurang mengenakkan tentang dirinya yang baru saja kambuh dan terjatuh. Kemudian, percakapan berlanjut pada keluhan Gina tentang dimarahi dan dipukul oleh ayahnya setelah terjatuh saat membereskan barang dan menjaga hewan peliharannya yaitu anjing serta kakek dan neneknya. Usia Gina sudah 35 tahun dan belum sembuh dari penyakit langkahnya. Sementara Nefal usianya 27 dan Ria serta Jane 25 tahun. Nefal mengerutkan kening membaca curahan hati Gina yang ditulis tanpa tanda baca, membuatnya harus membaca beberapa kali untuk memahami maksudnya. Ia teringat Ria, sahabatnya yang juga anggota grup. Ria selalu sabar dan berusaha memahami setiap pesan, meskipun terkadang haru...

TUHAN AKU RINDU

Gambar
Air mataku bermain main diatas kertas Ditemani pena yang menari nari untuk menulis kata Meninggal kan jejak tinta diatas kertas yang membisu  Aku rindu pada mu Tuhan... Mengapa waktu tak kunjung menyerah Sehingga takdir memberikan keindahan pertemuan  Bukan nya  semua harta tak  membahagiakan Melainkan ketika kesepian merajut hatiku Tuhan... Jangan biarkan aku sendiri Ketika malam sunyi datang menemani Sebab hatiku hampa Di didalam jiwa ku bila tanpa Engkau  Tuhan... Malang, 24 Januari 2022

Tahapan Menulis Pentigraf Bertema Horor

1. Menentukan Ide dan Tema Pilih elemen horor yang ingin ditonjolkan, seperti makhluk gaib, kutukan, atau kejadian misterius. Tentukan suasana atau latar yang akan mendukung cerita, seperti rumah tua, hutan angker, atau desa terpencil. 2. Menyusun Kerangka Cerita Bagi cerita menjadi tiga bagian: pengenalan (paragraf pertama), perkembangan konflik (paragraf kedua), dan klimaks serta resolusi (paragraf ketiga). Tentukan karakter utama dan tantangan yang akan mereka hadapi. Fokus pada satu atau dua karakter agar cerita lebih padat dan fokus. 3. Menulis Draf Cerita a. Buat Pengantar yang Mencekam Kenalkan setting dan karakter utama dengan deskripsi yang membangun suasana menegangkan. b. Kembangkan Konflik Hadirkan konflik atau kejadian menyeramkan yang mengancam karakter utama. c. Berikan Klimaks yang Menegangkan Puncak cerita harus memberikan kejutan atau ketakutan maksimal bagi karakter. d. Tutup dengan Akhir yang Menggantung atau Mengejutkan Akhiri cerita dengan twist atau kejadian tak...