INFERIORITY COMPLEX


Menurut American Psychological Association (APA), inferiority complex adalah rasa tidak cukup mampu dan tidak percaya diri secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari karena adanya keyakinan bahwa dirinya secara fisik atau psikologis kurang dari orang lain. Kekurangan yang dirasakan ini bisa jadi nyata adanya berdasarkan penilaian rasional atau hanya imajinasi belaka.

Inferiority complex adalah gangguan kepribadian di mana seseorang meragukan kemampuan dirinya atau merasa rendah diri. Kondisi ini membuat pengidapnya kehilangan rasa percaya diri dan selalu merasa kurang dalam berbagai aspek kehidupan seperti intelektual, sosial, dan fisik.

Jenis Inferiority Complex

_1. Primary inferiority_: Jenis inferiority complex yang terbentuk karena sering dibandingkan dengan anak lain pada masa kecil sehingga penderita cenderung meragukan kemampuannya sendiri dan merasa tidak punya harga diri.

_2. Secondary inferiority_: Jenis inferiority complex yang ditandai dengan ketidakmampuan penderita untuk mencapai impian akibat perasaan insecure yang terjadi pada masa dewasa. Kondisi ini umumnya dipicu oleh faktor-faktor seperti kondisi ekonomi dan lingkungan pekerjaan yang toxic.

Penyebab Inferiority Complex
1. Genetik
2. Keluarga
3. Lingkungan

Gejala Inferiority Complex
1. Merasa tidak mampu mencapai impian
2. Mudah menyerah di tengah jalan.
3. Berasumsi buruk dalam berbagai skenario.
4. Menghindari interaksi sosial dan kontak mata dengan orang lain saat berbicara.
5. Sering merasa tidak cukup.
6. Merasa cemas atau mengalami anxiety.
7. Rentan terkena depresi.
8. Sensitif terhadap kritik.
9. Tidak bisa menerima pujian (cenderung menganggap remeh kemampuan diri sendiri).
10. Menghindari kegiatan yang bersifat kompetitif supaya tidak dibanding-bandingkan dengan orang lain.

Cara Mengatasi Inferiority Complex
1. Terapi psikologi
2. Membuat jurnal
3. Menenangkan diri
4. Selektif dalam memilih teman
5. Mencintai diri sendiri

Komentar