STRICT PARENT
*STRICT PARENT*
📍 *Pengertian _Strict Parent_*
Strict parents adalah pola pengasuhan ketat dari orang tua yang melibatkan berbagai aturan dan pembatasan yang kaku terhadap anak. Kekakuan tersebut dapat berupa perilaku, pilihan, aktivitas, ideologi, hingga rutinitasnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa definisi ketat itu sendiri tidak memiliki ukuran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti tegas itu sendiri bersifat tetap dan tidak dapat diubah.
Definisi ketat sendiri berkembang dan cenderung merujuk pada pola asuh yang tidak bisa dinegosiasikan oleh anak, atau dapat dipahami sebagai otoriter. Meski belum ada definisi formal _strict parents_, tetapi ada beberapa ciri umumnya. Salah satu cirinya adalah aturan ketat yang tidak bisa ditawar oleh anak.
Aturan tersebut mencakup banyak hal mulai dari aktivitas, perilaku, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, aturan yang diterapkan juga tidak bisa ditawar sehingga pergerakan anak semakin dibatasi.
Menerapkan aturan pada anak adalah hal yang wajar, tetapi orang tua yang terlalu _strict_ akan memberikan aturan yang terkesan berlebihan.
Aturan yang diterapkan oleh orang tua dengan pola asuh demikian biasanya diikuti dengan hukuman tertentu. Bentuk hukumannya pun beragam, mulai dari ringan hingga berat. Hukuman yang lebih buruk lagi berupa hukuman fisik. Kondisi ini membuat anak tidak bebas berekspresi.
📍 *Ciri-ciri Pola Asuh _Strict Parent_*
1. *Kontrol yang tinggi*
Ciri-ciri orang tua yang _strict_ adalah meliputi tingkat kontrol yang tinggi terhadap kehidupan anak-anak, termasuk pengawasan terhadap teman-teman dan aktivitas mereka.
2. *Memiliki harapan yang tinggi*
Orang tua _strict_ sering memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi akademik dan perilaku anak-anak. Mereka mendorong anak-anak untuk selalu berusaha keras dan mencapai potensi terbaik mereka. Ini bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan disiplin.
3. *Kurangnya fleksibilitas*
Ciri-ciri orang tua ketat termasuk kurangnya fleksibilitas dalam mengubah aturan atau memberikan izin tambahan. Mereka cenderung memegang teguh aturan yang telah ditetapkan tanpa banyak perubahan.
4. *Tidak menoleransi kesalahan*
Orang tua yang _strict_ tidak menoleransi kesalahan dan memberikan hukuman. Orang tua dengan sikap demikian cenderung memberlakukan hukuman atau konsekuensi yang berat ketika anak melakukan kesalahan.
5. *Bersikap dingin dan tidak responsif*
Orang tua jarang menunjukkan empati terhadap perasaan dan kebutuhan anak. Ketika anak merasa sedih, marah, atau bingung, orang tua _strict_ cenderung kurang mampu memahami dan merespons perasaan tersebut.
6. *Menggunakan kata-kata kasar dan mempermalukan anak*
Bisa jadi orang tua beranggapan dengan bersikap keras ke anak dapat membangun disiplin. Hal ini membuat orang tua _strict_ kerap menggunakan kata-kata kasar dan mempermalukan anak supaya tidak mengulangi lagi kesalahan.
7. *Tidak ada ruang berdiskusi buat anak*
Tujuannya agar anak tidak perlu memberikan pendapat.
*Dampak _Strict Parent_ pada Kehidupan Anak*
1. *Kepuasan hidup lebih rendah*
Pola asuh yang terkesan otoriter ini dapat memengaruhi tingkat kepuasan hidup anak. Anak akan jadi lebih stres dan tertekan sehingga tidak bisa menikmati kehidupannya sehari-haril, karena penuh dengan aturan dan pengawasan penuh dari ayah ibunya.
2. *Meningkatnya kecemasan dan depresi*
Pola asuh ini bisa membuat anak ketakutan karena takut diberi hukuman atau kritik, bila mereka melakukan kesalahan atau tidak memenuhi ekspektasi orang tua. Hal ini bisa menciptakan ketegangan konstan dan kecemasan.
Anak yang dibesarkan dengan ketat mungkin merasa tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan perasaan, pendapat, atau kekhawatiran mereka. Ini bisa membuat mereka merasa terkekang dan tidak dihargai.
3. *Kesulitan dalam mengambil keputusan*
Orang tua yang selalu mengontrol dan mengatur segala sesuatu dalam kehidupan anak, dapat menghambat perkembangan kemampuan anak dalam mengambil keputusan. Anak mungkin tidak diberikan kesempatan untuk memikirkan konsekuensi tindakan mereka sendiri.
4. *Tingkat intensitas konflik yang lebih tinggi*
Anak-anak yang dibesarkan dengan beberapa aturan keras cenderung memberontak. Alasannya karena anak mungkin merasa bahwa aturan yang ketat yang diterapkan oleh orang tua, tidak adil atau terlalu membatasi kebebasan mereka.
5. *Tidak bisa mengekspresikan diri*
Orang tua yang ketat cenderung memiliki aturan yang sangat kaku dan kontrol yang tinggi terhadap anak-anak mereka. Hal ini membuat anak merasa tidak memiliki ruang untuk menyatakan pendapat, perasaan, atau ide mereka sendiri.
Dalam beberapa kasus, tak sedikit orang tua yang menggunakan kata-kata kasar untuk mendisiplinkan anak.
*Cara Menghadapi _Strict Parent_*
1. *Bersikap Sabar*
Sabar merupakan sebuah kunci dalam menghadapi setiap permasalahan hidup, termasuk _strict parents_. Ketika bersikap sabar, seseorang dapat terhindar dari perdebatan dan pertikaian sehingga lebih mampu mengelola diri.
2. *Mencoba Berkomunikasi*
Cara kedua adalah mencoba melakukan komunikasi dengan orang tua. Pasalnya, tidak semua orang bisa mengungkapkan maksud dan tujuannya secara jelas sehingga memunculkan emosi marahnya.
Seseorang dapat mencoba berkomunikasi dengan orang tua untuk mengetahui tujuan orang tua sehingga menjadi lebih mengerti dan tidak terus bertanya tentang sebab perlakuan orang tuanya.
3. *Belajar Mendengarkan*
Saat mencoba berkomunikasi, seseorang juga bisa mencoba untuk belajar mendengarkan _strict_ _parents_. Mengutip dari buku berjudul Keterampilan Interpersonal karya Anggiani dan Pakeh (2021: 25), kekuatan mendengarkan yang efektif mampu menciptakan hubungan interpersonal yang kuat dan saling menguntungkan
4. *Menanggapi Pembicaraan ke Arah Positif*
Cara lain untuk menghadapi _strict_ _parents_ adalah menanggapi pembicaraan ke arah positif. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya perdebatan panjang dan perselisihan.
5. *Memanfaatkan Momen untuk _Me Time_*
Selain mencoba empat cara di atas, seseorang juga dapat memanfaatkan momen _me time_ untuk menghadapi _strict parents_. _Me time_ dapat berupa menonton film/series, jalan dengan teman, membaca buku, atau beribadah sebab cara ini bisa mengisi energi positif dalam tubuh.
Itulah lima hal yang dapat seseorang lakukan untuk menghadapi orang tua yang _strict_. Selain anak yang mencoba belajar menghadapi _strict parents_, orang tua juga perlu memahami bahwa perilaku yang terlampau tegas dapat memberikan dampak kepada anak.
Mengutip dari laman PsychCentral (Moore, 2022), beberapa dampak negatif perilaku _strict parents_ kepada anak, diantaranya prestasi akademik yang lebih rendah (menurut budaya Barat), meningkatkan kecemasan dan depresi, mengalami kesulitan dalam membuat keputusan, dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membangun kepercayaan diri.
Komentar
Posting Komentar